Rusia serukan langkah pragmatis penghapusan senjata kimia Suriah
Minggu, 29 September 2013 - 01:36 WIB
Rusia serukan langkah pragmatis penghapusan senjata kimia Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia pada Sabtu (28/9/2013), mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah pragmatis guna menghancurkan senjata kimia Suriah. Menurut Rusia, langkah ini perlu dilakukan setelah resolusi DK PBB disetujui dengan suara bulat.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu untuk fokus pada pelaksanaan energik, menghindari politisasi apapun ketika melaksanakan tugas-tugas praktis," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.
Pada Jumat (27/9/2013), DK PBB sepakat untuk mengadopsi Resolusi 2118 yang bertujuan untuk membersihkan Suriah dari senjata kimia. Pemungutan suara itu dilakukan setelah Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), menyetujui rencana untuk menghancurkan stok Suriah pada pertengahan 2014.
“Mengingat proses itu akan memerlukan dukungan keuangan, organisasi, dan teknis substansial, Moskow menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan dukungan itu dalam waktu singkat," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam sebuah wawancara dengan televisi Rusia, Channel One, mengatakan, resolusi itu benar-benar mengesampingkan penggunaan kekuatan atau aplikasi dari Bab VII Piagam PBB.
Ia mengatakan, segala kemungkinan penggunaan kekuatan di masa depan berdasarkan Bab VII akan membutuhkan resolusi baru, jika ada bukti tegas dan meyakinkan ketidakpatuhan Pemerintah Suriah.
Lavrov juga mengingatkan, bahwa semua negara anggota PBB, terutama tetangga Suriah, harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan penyelundupan senjata kimia yang dilakukan oposisi Suriah melalui wilayah mereka.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu untuk fokus pada pelaksanaan energik, menghindari politisasi apapun ketika melaksanakan tugas-tugas praktis," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.
Pada Jumat (27/9/2013), DK PBB sepakat untuk mengadopsi Resolusi 2118 yang bertujuan untuk membersihkan Suriah dari senjata kimia. Pemungutan suara itu dilakukan setelah Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), menyetujui rencana untuk menghancurkan stok Suriah pada pertengahan 2014.
“Mengingat proses itu akan memerlukan dukungan keuangan, organisasi, dan teknis substansial, Moskow menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan dukungan itu dalam waktu singkat," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam sebuah wawancara dengan televisi Rusia, Channel One, mengatakan, resolusi itu benar-benar mengesampingkan penggunaan kekuatan atau aplikasi dari Bab VII Piagam PBB.
Ia mengatakan, segala kemungkinan penggunaan kekuatan di masa depan berdasarkan Bab VII akan membutuhkan resolusi baru, jika ada bukti tegas dan meyakinkan ketidakpatuhan Pemerintah Suriah.
Lavrov juga mengingatkan, bahwa semua negara anggota PBB, terutama tetangga Suriah, harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan penyelundupan senjata kimia yang dilakukan oposisi Suriah melalui wilayah mereka.
(esn)