Terkait krisis Suriah, Putin peringatkan negara eks Uni Soviet
Selasa, 24 September 2013 - 01:00 WIB
Terkait krisis Suriah, Putin peringatkan negara eks Uni Soviet
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet, bahwa militansi Islam yang memicu perang di Suriah bisa mencapai negara mereka. Beberapa negara pecahan Uni Soviet memang dihuni oleh mayoritas Muslim.
Putin mengatakan kepada para pemimpin Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif enam negara (CSTO), bahwa militan yang memerangi pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad bisa memperluas serangan di luar Suriah dan Timur Tengah.
"Kelompok-kelompok militan (di Suriah) tidak datang entah dari mana dan mereka tidak akan lenyap ke udara tipis," kata Putin, Senin (23/9/2013), seperti dikutip dari Reuters. "Masalah terorisme mengalir dari satu negara ke negara lain dan bisa langsung mempengaruhi kepentingan salah satu dari negara kami," lanjutnya.
Ia mengutip serangan mematikan di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi sebagai contoh. “Kita sekarang menyaksikan tragedi yang mengerikan di Kenya. Para militan datang dari negara lain,” tambah Putin.
Pernyataan ini tampaknya menjadi peringatan tentang kemungkinan kekerasan yang menyebar dari Suriah dan Afghanistan, yang berbagi perbatasan panjang dengan anggota CSTO, Tajikistan di Asia Tengah.
“Rusia akan memberikan tambahan bantuan kolektif bagi Tajikistan untuk menjaga perbatasan dengan Afghanistan, setelah penarikan pasukan tempur yang paling asing pada tahun 2014,” kata Putin.
Putin mengatakan kepada para pemimpin Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif enam negara (CSTO), bahwa militan yang memerangi pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad bisa memperluas serangan di luar Suriah dan Timur Tengah.
"Kelompok-kelompok militan (di Suriah) tidak datang entah dari mana dan mereka tidak akan lenyap ke udara tipis," kata Putin, Senin (23/9/2013), seperti dikutip dari Reuters. "Masalah terorisme mengalir dari satu negara ke negara lain dan bisa langsung mempengaruhi kepentingan salah satu dari negara kami," lanjutnya.
Ia mengutip serangan mematikan di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi sebagai contoh. “Kita sekarang menyaksikan tragedi yang mengerikan di Kenya. Para militan datang dari negara lain,” tambah Putin.
Pernyataan ini tampaknya menjadi peringatan tentang kemungkinan kekerasan yang menyebar dari Suriah dan Afghanistan, yang berbagi perbatasan panjang dengan anggota CSTO, Tajikistan di Asia Tengah.
“Rusia akan memberikan tambahan bantuan kolektif bagi Tajikistan untuk menjaga perbatasan dengan Afghanistan, setelah penarikan pasukan tempur yang paling asing pada tahun 2014,” kata Putin.
(esn)