AS & Uni Eropa desak dialog semua pihak di Kamboja

Senin, 23 September 2013 - 23:14 WIB
AS & Uni Eropa desak...
AS & Uni Eropa desak dialog semua pihak di Kamboja
A A A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa pada Senin (23/9/2013), mendesak penguasa Kamboja dan partai oposisi untuk melanjutkan dialog mereka menuju reformasi pemilu dan penyelesaian masalah nasional.

"AS menyerukan untuk pemeriksaan transparan penyimpangan dalam Pemilihan Umum Nasional 28 Juli yang akan membantu upaya untuk menilai dan mengatasi kelemahan dalam proses pemilu," sebut bunyi pernyataan Kedutaan Besar AS, seperti dikutip dari Xinhua.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sesi pembukaan parlemen Kamboja yang diwarnai aksi boikot dari partai oposisi. Pernyataan itu juga mendesak kedua pihak untuk menindaklanjuti pernyataan bersama mereka pekan lalu yang mendukung diskusi reformasi pemilu dan setuju untuk menyelesaikan masalah nasional melalui dialog.

"Kami percaya, bahwa fungsi Majelis Nasional membutuhkan partisipasi dari kedua partai politik besar," lanjut pernyataan itu. “AS mendesak para pemimpin partai untuk bekerja sama untuk hasil yang menyatukan negara dan melayani rakyat Kamboja," tambah pernyataan itu.

Sementara itu, Uni Eropa menyerukan kepada partai politik di Kamboja untuk bekerja sama guna mengidentifikasi setiap kelemahan yang terjadi dan menyetujui langkah untuk memperbaiki proses pemilu. "Uni Eropa percaya, bahwa Majelis Nasional tidak dapat mencapai tujuannya tanpa partisipasi dari semua partai politik terpilih," sebut pernyataan Uni Eropa.

"Kami mendorong partai politik untuk melanjutkan dialog mereka untuk menyetujui reformasi struktural di daerah, yang akan memberikan kontribusi untuk pembangunan jangka panjang Kamboja," tambah pernyataan Uni Eropa itu.

Parlemen Kamboja telah melakukan sesi pembukaan legislatif, namun hanya dihadiri oleh anggota parlemen dari partai yang berkuasa, sedangkan kubu oposisi memilih untuk memboikot sesi itu. Dalam sesi pembukaan legislatif itu, hadir 68 anggota parlemen dari Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Hun Sen. Sementara 55 anggota parlemen dari Partai Nasional Penyelamatan Kamboja (CNRP) pimpinan Sam Rainsy, tidak hadir.
(esn)
Berita Terkait
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Uni Eropa akan Terus...
Uni Eropa akan Terus Dukung Ukraina Tanpa Amerika Serikat
Uni Eropa Depak Amerika...
Uni Eropa Depak Amerika Serikat dari Daftar Perjalanan Aman
Negara-negara Eropa...
Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Amerika Serikat Membuka...
Amerika Serikat Membuka Akses untuk Pelancong yang Divaksinasi Penuh
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
1 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
2 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
3 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
6 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved