Culik para pemuda Pakistan, gadis 'obral cinta' di Facebook
Minggu, 22 September 2013 - 04:30 WIB
Culik para pemuda Pakistan, gadis 'obral cinta' di Facebook
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Pakistan, mengatakan, aparat keamanan sedang memburu geng penculik anak-anak muda di negara itu. Dalam aksinya, geng itu memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook, dan mengandalkan para gadis untuk memikat para korban.
Motif mereka adalah menculik anak-anak untuk meminta uang tebusan. Demikian disampaikan pihak Kepolisian Pakistan. ”Ini kumpulan orang yang menggunakan anggota gadis mereka untuk menjebak anak-anak di Facebook dan melalui telepon,” kata Shoaib Khurram, seorang pejabat senior polisi setempat, pada Sabtu (21/9/2013), kepada AFP.
”Gadis itu ditugaskan untuk menjebak anak-anak muda dengan cinta palsu di Facebook dan telepon, kemudian mereka membuat tanggal untuk ketemuan,” kata Khurram. Saat datang, anak-anak muda itu langsung diculik.
”Sejauh ini, kita sudah mendapat verifikasi sekitar dua anak laki-laki yang terjebak dalam cinta palsu gadis-gadis tersebut. Anak-anak muda itu kemudian diculik oleh geng ini. Keluarga mereka kemudian membayar jumlah uang tebusan senilai jutaan rupee untuk membebaskan mereka,” ujarnya.
Pemerintah Pakistan pada awal bulan ini menindak layanan chatting “cinta” yang ditawarkan oleh perusahaan telepon selular. Layanan semacama itu telah dilarang di negara dengan mayoritas warganya Muslim itu.
Motif mereka adalah menculik anak-anak untuk meminta uang tebusan. Demikian disampaikan pihak Kepolisian Pakistan. ”Ini kumpulan orang yang menggunakan anggota gadis mereka untuk menjebak anak-anak di Facebook dan melalui telepon,” kata Shoaib Khurram, seorang pejabat senior polisi setempat, pada Sabtu (21/9/2013), kepada AFP.
”Gadis itu ditugaskan untuk menjebak anak-anak muda dengan cinta palsu di Facebook dan telepon, kemudian mereka membuat tanggal untuk ketemuan,” kata Khurram. Saat datang, anak-anak muda itu langsung diculik.
”Sejauh ini, kita sudah mendapat verifikasi sekitar dua anak laki-laki yang terjebak dalam cinta palsu gadis-gadis tersebut. Anak-anak muda itu kemudian diculik oleh geng ini. Keluarga mereka kemudian membayar jumlah uang tebusan senilai jutaan rupee untuk membebaskan mereka,” ujarnya.
Pemerintah Pakistan pada awal bulan ini menindak layanan chatting “cinta” yang ditawarkan oleh perusahaan telepon selular. Layanan semacama itu telah dilarang di negara dengan mayoritas warganya Muslim itu.
(esn)