Pemberontak Suriah marah kepada AS

Jum'at, 20 September 2013 - 15:45 WIB
Pemberontak Suriah marah...
Pemberontak Suriah marah kepada AS
A A A
Sindonews.com – Kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Rusia soal pelucutan senjata kimia Suriah, telah membuat kubu pemberontak Suriah marah kepada AS. Mereka kecewa, karena AS tidak lagi fokus kepada pelengseran Presiden Bashar al-Assad seperti yang mereka inginkan, melainkan sibuk dengan urusan senjata kimia.

Seorang pejabat senior oposisi mengakui, ada pertemuan Koalisi Oposisi Suriah pada Senin lalu. Dalam pertemuan itu, mereka menganggap kesepakatan AS dan Rusia soal pelucutan senjata kimia Suriah itu, sebagai “tamparan” bagi mereka.

”Orang-orang Amerika bahkan tidak perlu repot-repot untuk mengirim diplomat tunggalnya, untuk menginformasikan kepada kami, apa yang mereka lakukan dengan Rusia,” kata pejabat oposisi Suriah, yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/9/2013).

"Amerika-Teluk tidak bisa mengatakan secara terbuka, tapi ada kecenderungan untuk mengabaikan Amerika. Kesenjangan yang besar sekarang antara Amerika, Saudi, Turki dan Emirat,” lanjut pejabat oposisi Suriah itu.

”Bahkan, Qatar tidak senang dengan kesepakatan (AS dan Rusia) itu. Seolah-olah masalah adalah senjata kimia, bukan lagi rezim Assad,” imbuh pejabat oposisi anti-Assad tersebut. Selama ini, negara-negara Teluk telah menjadi penyokong dana utama dari gerakan oposisi.

Seorang sumber di oposisi menyebut, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah meminta agar pimpinan Koalisi Oposisi Suriah, Ahmad Jarba, agar tidak mengejar masalah itu pada saat ini.

Para diplomat Barat yang berbasis di Timur Tengah, mengatakan, oposisi Suriah, takut, jika Assad tidak serius dalam diplomasi politik. Tapi para pejabat itu, minta oposisi memaklumi posisi AS pada saat ini. ”Pihak oposisi perlu menyadari bahwa AS siap untuk menyerang Suriah, jika Assad mengingkari kesepakatan AS dan Rusia. Mereka (AS) perlu mengembangkan strategi,” kata salah satu pejabat itu.

Fawaz Tello, juru kampanye oposisi, mengatakan, jika kesepakatan AS dan Rusia itu kredibel, maka ada perrtanyaan: Apa yang akan terjadi di Suriah tanpa Assad? Bagaimana seharusnya menangani krisis kemanusiaan, dan bagaimana hal itu dapat menyatukan perjuangan militer untuk melawan Assad?.

”Pihak oposisi berperilaku seperti seorang suami bereaksi, ketika melihat istrinya (AS) berselingkuh. Itu bukan strategi,” tegas Tello, yang kecewa dengan AS.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
42 menit yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
3 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
4 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved