Badai di Meksiko telah merenggut 97 jiwa
Jum'at, 20 September 2013 - 11:14 WIB
Badai di Meksiko telah merenggut 97 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Terjangan badai Inggrid dan badai tropis Manuel di Meksiko hingga Jumat (20/9/2013) telah menewaskan 97 orang. Badai yang memicu banjir dan tanah longsor sejak awal pekan itu, melumpuhkan ibu kota Sinaloa, Culiacan.
Badai Tropis Manuel dengan kecepatan 120 kilometer per jam, mulai bergerak ke arah utara, dan memaksa ratusan orang mengungsi dari rumah mereka di Sinaloa. Sejumlah sekolah ditutup.
Gubernur setempat, Mario Lopez Valdez, mengatakan, badai itu mengancam lebih dari 100 ribu orang. Dia berharap badai Manuel segera hilang, sebelum akhir pekan.
Di wilayah lain di La Pintada, sebuah desa terpencil yang di barat laut Acapulco, mengatakan, lereng bukit yang longsor telah mengubur rumah mereka, ketika mereka sedang merayakan Hari Kemerdekaan pada Senin malam lalu.
Seorang warga setempat, Ana Clara Catalan, 17, menggambarkan terjangan badai itu mengerikan. ”Kebisingannya lebih buruk dari bom,” ujarnya, sebagaiman dilaporkan BBC, Jumat (20/9/2013). Sebagian besar warga, kini telah dievakuasi dengan helikopter.
Sedangkan terjangan badai Ingrid di Tamaulipas, Meksiko, membuat ribuan orang dievakuasi dari dataran rendah ke dataran tinggi, karena wilayah permukiman mereka direndam banjir.
Badai Manuel yang diikuti Badai Ingrid, merupakan bencana terbesar yang melanda negara itu, untuk pertama kalinya sejak 1958. Kedua Badai itu menerjang wilayah Meksiko dalam tempo 24 jam.
Parahnya, di saat banjir dan tanah longsor mengacaukan negara itu, aksi penjarahan kian marak. Sejumlah toko dan supermarket di lokasi banjir dan tanah longsor menjadi sasaran penjarahan.
Badai Tropis Manuel dengan kecepatan 120 kilometer per jam, mulai bergerak ke arah utara, dan memaksa ratusan orang mengungsi dari rumah mereka di Sinaloa. Sejumlah sekolah ditutup.
Gubernur setempat, Mario Lopez Valdez, mengatakan, badai itu mengancam lebih dari 100 ribu orang. Dia berharap badai Manuel segera hilang, sebelum akhir pekan.
Di wilayah lain di La Pintada, sebuah desa terpencil yang di barat laut Acapulco, mengatakan, lereng bukit yang longsor telah mengubur rumah mereka, ketika mereka sedang merayakan Hari Kemerdekaan pada Senin malam lalu.
Seorang warga setempat, Ana Clara Catalan, 17, menggambarkan terjangan badai itu mengerikan. ”Kebisingannya lebih buruk dari bom,” ujarnya, sebagaiman dilaporkan BBC, Jumat (20/9/2013). Sebagian besar warga, kini telah dievakuasi dengan helikopter.
Sedangkan terjangan badai Ingrid di Tamaulipas, Meksiko, membuat ribuan orang dievakuasi dari dataran rendah ke dataran tinggi, karena wilayah permukiman mereka direndam banjir.
Badai Manuel yang diikuti Badai Ingrid, merupakan bencana terbesar yang melanda negara itu, untuk pertama kalinya sejak 1958. Kedua Badai itu menerjang wilayah Meksiko dalam tempo 24 jam.
Parahnya, di saat banjir dan tanah longsor mengacaukan negara itu, aksi penjarahan kian marak. Sejumlah toko dan supermarket di lokasi banjir dan tanah longsor menjadi sasaran penjarahan.
(esn)