Rusia akan buktikan pemberontak Suriah gunakan senjata kimia
Jum'at, 20 September 2013 - 04:02 WIB
Rusia akan buktikan pemberontak Suriah gunakan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Rusia akan menyerahkan bukti ke Dewan Keamanan PBB, bahwa oposisi Suriah telah menggunakan senjata kimia. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, Kamis (19/9/2013).
"Kami berencana untuk melakukan itu secepat mungkin, malam ini atau besok," kata Bogdanov, seperti dilaporkan kantor berita Itar-Tass. Bogdanov mengatakan, Wakil Menlu Rusia lainnya, Sergei Ryabkov, baru kembali dari Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan telah mengumpulkan bukti-bukti itu.
"Kami berharap, bahwa semua informasi berimbang, bukan hanya penyelidikan satu insiden dan akan diperhitungkan," kata Bogdanov. "Pemimpin Suriah sangat serius dan dapat diandalkan, serta berniat untuk bekerja sama secara penuh,” lanjutnya.
Menurutnya, hampir tidak mungkin untuk memberikan estimasi yang tepat tentang volume senjata kimia yang dimiliki Suriah. “Adalah tugas para ahli untuk membuat estimasi tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa tidak menutup kemungkinan Moskow akan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah Suriah dan oposisi untuk membahas semua aspek penyelesaian krisis.
“Kontak dengan oposisi Suriah bisa berlangsung di sela-sela sidang Majelis Umum PBB atau di Moskow,” tambahnya. Selama ini, Rusia memang tak percaya, kalau serangan senjata kimia dilakukan oleh rezim Presiden Bashar al-Assad. Rusia balik menuding, bahwa oposisi Suriah adalah pihak yang berada di balik serangan mematikan itu.
"Kami berencana untuk melakukan itu secepat mungkin, malam ini atau besok," kata Bogdanov, seperti dilaporkan kantor berita Itar-Tass. Bogdanov mengatakan, Wakil Menlu Rusia lainnya, Sergei Ryabkov, baru kembali dari Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan telah mengumpulkan bukti-bukti itu.
"Kami berharap, bahwa semua informasi berimbang, bukan hanya penyelidikan satu insiden dan akan diperhitungkan," kata Bogdanov. "Pemimpin Suriah sangat serius dan dapat diandalkan, serta berniat untuk bekerja sama secara penuh,” lanjutnya.
Menurutnya, hampir tidak mungkin untuk memberikan estimasi yang tepat tentang volume senjata kimia yang dimiliki Suriah. “Adalah tugas para ahli untuk membuat estimasi tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa tidak menutup kemungkinan Moskow akan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah Suriah dan oposisi untuk membahas semua aspek penyelesaian krisis.
“Kontak dengan oposisi Suriah bisa berlangsung di sela-sela sidang Majelis Umum PBB atau di Moskow,” tambahnya. Selama ini, Rusia memang tak percaya, kalau serangan senjata kimia dilakukan oleh rezim Presiden Bashar al-Assad. Rusia balik menuding, bahwa oposisi Suriah adalah pihak yang berada di balik serangan mematikan itu.
(esn)