Putin tak yakin 100 persen soal rencana di Suriah
Kamis, 19 September 2013 - 23:54 WIB
Putin tak yakin 100 persen soal rencana di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan pada Kamis (19/9/2013), bahwa ia tidak bisa 100 persen yakin kalau rencana untuk menghancurkan senjata kimia Suriah akan dilaksanakan dengan sukses. Namun, ia tetap melihat alasan yang membuat hal itu akan terlaksana.
"Apakah kita akan mampu mencapai semua itu? Saya tidak bisa 100 persen yakin tentang hal itu," kata Putin dalam pertemuan dengan wartawan dan ahli Rusia. "Tapi, segala sesuatu yang telah kita saksikan dalam beberapa hari terakhir ini memberi kita keyakinan, bahwa ini akan terjadi. Saya harap begitu,” lanjut Putin, seperti dikutip dari Reuters.
Sebagai pendukung utama rezim Presiden Bashar al-Assad, Rusia sangat yakin kalau sekutunya itu bukan dalang di balik serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus pada 21 Agustus silam. Rusia malah balik menuduh, kalau pemberontak Suriah lah yang berada di balik serangan keji tersebut.
"Kita selalu berbicara tentang tanggung jawab pemerintah Assad, jika ia adalah orang menggunakannya (senjata kimia). Tapi, bagaimana jika oposisi yang menggunakannya?," Kata Putin. "Kami memiliki setiap alasan untuk percaya itu adalah provokasi yang licik," tambah Putin.
Putin menegaskan pandangan Moskow, bahwa metode yang digunakan untuk membuat senjata kimia yang digunakan dalam serangan itu bukanlah jenis yang digunakan oleh tentara Pemerintah Suriah. PBB sendiri telah memastikan, kalau gas sarin adalah jenis senjata kimia yang digunakan dalam serangan di pinggiran Damaskus.
Pekan lalu, Rusia dan Amerika Serikat (AS) mencapai kata sepakat untuk penghancuran senjata kimia Suriah di bawah kontrol internasional. Dengan munculnya kesepakatan ini, makas AS setuju untuk menunda serangan ke Suriah.
"Apakah kita akan mampu mencapai semua itu? Saya tidak bisa 100 persen yakin tentang hal itu," kata Putin dalam pertemuan dengan wartawan dan ahli Rusia. "Tapi, segala sesuatu yang telah kita saksikan dalam beberapa hari terakhir ini memberi kita keyakinan, bahwa ini akan terjadi. Saya harap begitu,” lanjut Putin, seperti dikutip dari Reuters.
Sebagai pendukung utama rezim Presiden Bashar al-Assad, Rusia sangat yakin kalau sekutunya itu bukan dalang di balik serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus pada 21 Agustus silam. Rusia malah balik menuduh, kalau pemberontak Suriah lah yang berada di balik serangan keji tersebut.
"Kita selalu berbicara tentang tanggung jawab pemerintah Assad, jika ia adalah orang menggunakannya (senjata kimia). Tapi, bagaimana jika oposisi yang menggunakannya?," Kata Putin. "Kami memiliki setiap alasan untuk percaya itu adalah provokasi yang licik," tambah Putin.
Putin menegaskan pandangan Moskow, bahwa metode yang digunakan untuk membuat senjata kimia yang digunakan dalam serangan itu bukanlah jenis yang digunakan oleh tentara Pemerintah Suriah. PBB sendiri telah memastikan, kalau gas sarin adalah jenis senjata kimia yang digunakan dalam serangan di pinggiran Damaskus.
Pekan lalu, Rusia dan Amerika Serikat (AS) mencapai kata sepakat untuk penghancuran senjata kimia Suriah di bawah kontrol internasional. Dengan munculnya kesepakatan ini, makas AS setuju untuk menunda serangan ke Suriah.
(esn)