AS: Laporan PBB buktikan rezim Assad di balik serangan kimia
Selasa, 17 September 2013 - 04:16 WIB
AS: Laporan PBB buktikan rezim Assad di balik serangan kimia
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Senin (16/9/2013), bahwa laporan PBB soal serangan senjata kimia yang terjadi di Suriah, membuat jelas, bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan itu.
"Informasi yang diberikan dalam laporan, bahwa gas sarin disebarkan dengan menggunakan roket permukaan roket permukaan yang hanya rezim Assad lah yang memiliki, telah membuat jelas soal tanggung jawab," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, seperti dikutip dari Reuters.
Reaksi Gedung Putih ini datang, setelah Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, bahwa tim penyidik PBB telah menemukan bukti tak terbantahkan dari penggunaan senjata kimia di Suriah.
"Atas dasar bukti yang diperoleh selama penyelidikan insiden Ghouta, kesimpulannya adalah, bahwa senjata kimia telah digunakan dalam konflik yang berkepanjangan antara pihak-pihak di Suriah. Senjata kimia itu juga digunakan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, dalam skala relatif besar," kata Ki-moon.
Pertemuan Ki-moon dengan Dewan Keamanan PBB ini dilakukan dua hari setelah Rusia dan AS menyetujui rencana untuk menghancurkan senjata kimia Suriah dalam waktu satu tahun. Namun, laporan tim penyidik PBB itu tak menyebut siapa pelaku serangan sejata kimia pada 21 Agustus silam di pinggiran Damaskus.
"Informasi yang diberikan dalam laporan, bahwa gas sarin disebarkan dengan menggunakan roket permukaan roket permukaan yang hanya rezim Assad lah yang memiliki, telah membuat jelas soal tanggung jawab," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, seperti dikutip dari Reuters.
Reaksi Gedung Putih ini datang, setelah Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, bahwa tim penyidik PBB telah menemukan bukti tak terbantahkan dari penggunaan senjata kimia di Suriah.
"Atas dasar bukti yang diperoleh selama penyelidikan insiden Ghouta, kesimpulannya adalah, bahwa senjata kimia telah digunakan dalam konflik yang berkepanjangan antara pihak-pihak di Suriah. Senjata kimia itu juga digunakan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, dalam skala relatif besar," kata Ki-moon.
Pertemuan Ki-moon dengan Dewan Keamanan PBB ini dilakukan dua hari setelah Rusia dan AS menyetujui rencana untuk menghancurkan senjata kimia Suriah dalam waktu satu tahun. Namun, laporan tim penyidik PBB itu tak menyebut siapa pelaku serangan sejata kimia pada 21 Agustus silam di pinggiran Damaskus.
(esn)