Rusia: Sudah saatnya paksa pemberontak hadiri perundingan damai
Senin, 16 September 2013 - 22:56 WIB
Rusia: Sudah saatnya paksa pemberontak hadiri perundingan damai
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, pada Senin (16/9/2013), mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan upaya untuk memaksa musuh Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menghadiri konferensi perdamaian internasional, bukan hanya mendesak mereka untuk melakukannya.
"Hal pertama yang diperlukan guna meyakinkan oposisi untuk hadir. Tapi, mungkin saatnya untuk mulai menggunakan kata kerja yang berbeda, yakni untuk memaksa oposisi mengambil bagian dalam konferensi," kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini diungkapkan Lavrov setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy. Dalam kesempatan ini, Lavrov juga menuduh negara-negara Eropa berusaha untuk menafsirkan kembali kesepakatan yang dicapainya dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, selama akhir pekan lalu.
Menurut Lavrov, Rusia akan menolak setiap langkah terburu-buru untuk mengancam intervensi militer jika Assad gagal melaksanakan kesepakatan dan akan menyalahkan pemberontak, serta dunia Barat jika perjanjian tidak mengakibatkan dorongan yang lebih luas untuk mengakhiri konflik Suriah .
Lavrov telah berulang kali mendesak negara-negara Barat untuk bekerja lebih keras guna memastikan kubu oposisi Suriah menghadiri konferensi damai dengan "tanpa prasyarat".
"Hal pertama yang diperlukan guna meyakinkan oposisi untuk hadir. Tapi, mungkin saatnya untuk mulai menggunakan kata kerja yang berbeda, yakni untuk memaksa oposisi mengambil bagian dalam konferensi," kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini diungkapkan Lavrov setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy. Dalam kesempatan ini, Lavrov juga menuduh negara-negara Eropa berusaha untuk menafsirkan kembali kesepakatan yang dicapainya dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, selama akhir pekan lalu.
Menurut Lavrov, Rusia akan menolak setiap langkah terburu-buru untuk mengancam intervensi militer jika Assad gagal melaksanakan kesepakatan dan akan menyalahkan pemberontak, serta dunia Barat jika perjanjian tidak mengakibatkan dorongan yang lebih luas untuk mengakhiri konflik Suriah .
Lavrov telah berulang kali mendesak negara-negara Barat untuk bekerja lebih keras guna memastikan kubu oposisi Suriah menghadiri konferensi damai dengan "tanpa prasyarat".
(esn)