Obama tepis tuduhan Putin soal dalang serangan kimia
Minggu, 15 September 2013 - 21:54 WIB
Obama tepis tuduhan Putin soal dalang serangan kimia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menolak klaim Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa pemberontak Suriah bertanggung jawab atas serangan gas kimia pada 21 Agustus di Damaskus. Tapi, Obama juga menyambut peran diplomatik Putin dalam krisis ini.
Obama mengatakan dalam wawancara dengan ABC, Minggu (15/9/2013), bahwa ia menyambut baik keterlibatan Putin yang membantu dalam setiap kesepakatan Suriah dalam penyerahan senjata kimia untuk berada di bawah kontrol internasional.
"Saya pikir, ada cara untuk Mr Putin, meskipun saya dan dia memiliki banyak perbedaan, untuk memainkan peran penting dalam hal itu," kata Obama. Namun, Obama menolak tuduhan Putin, bahwa pemberontak Suriah berada di balik serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu di Damaskus.
AS justru percaya, bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. "Yah, tak seorang pun di seluruh dunia menganggap serius tuduhan, bahwa pemberontak adalah pelaku ini (serangan kimia)," kata Obama.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah membuat kesepakatan terkait penyerahan senjata kimia Suriah. Ada enam poin kesepakatan yang dihasilkan dalam diplomasi yang berjalan tiga hari itu.
Kedua pihak sepakat, senjata kimia Suriah harus dimusnahkan pada pertengahan 2014. Namun, Suriah diwajibkan menyerahkan daftar lengkap stok senjata kimianya, hanya dalam waktu seminggu.
Jika Suriah tidak memenuhi kesepakatan itu, maka resolusi PBB akan ditegakkan, yang di dalamnya termasuk soal ancaman sanksi atau penggunaan kekuatan militer. Enam poin kesepakatan yang dihasilkan kedua pihak itu, dibacakan Kerry, dalam jumpa pers yang digelar Sabtu (14/9/2013).
Inilah enam poin kesepakatan AS dan Rusia untuk senjata kimia Suriah.
1. Jumlah dan jenis senjata kimia harus disepakati dan cepat ditempatkan di bawah kontrol internasional.
2.Suriah harus menyerahkan dalam waktu satu minggu daftar komprehensif (senjata kimia-nya).
3. Prosedur yang luar biasa di bawah Konvensi Senjata Kimia akan memungkinkan "kehancuran yang cepat”.
4. Suriah harus memberikan akses langsung kepada inspektur ke semua situs senjata kimia.
5.Semua senjata kimia harus dihancurkan, termasuk kemungkinan yang berada di luar wilayah Suriah.
6. PBB akan memberikan dukungan logistik, dan kepatuhan (Suriah) akan diberlakukan berdasarkan Bab VII Piagam PBB.
Obama mengatakan dalam wawancara dengan ABC, Minggu (15/9/2013), bahwa ia menyambut baik keterlibatan Putin yang membantu dalam setiap kesepakatan Suriah dalam penyerahan senjata kimia untuk berada di bawah kontrol internasional.
"Saya pikir, ada cara untuk Mr Putin, meskipun saya dan dia memiliki banyak perbedaan, untuk memainkan peran penting dalam hal itu," kata Obama. Namun, Obama menolak tuduhan Putin, bahwa pemberontak Suriah berada di balik serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu di Damaskus.
AS justru percaya, bahwa pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. "Yah, tak seorang pun di seluruh dunia menganggap serius tuduhan, bahwa pemberontak adalah pelaku ini (serangan kimia)," kata Obama.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, telah membuat kesepakatan terkait penyerahan senjata kimia Suriah. Ada enam poin kesepakatan yang dihasilkan dalam diplomasi yang berjalan tiga hari itu.
Kedua pihak sepakat, senjata kimia Suriah harus dimusnahkan pada pertengahan 2014. Namun, Suriah diwajibkan menyerahkan daftar lengkap stok senjata kimianya, hanya dalam waktu seminggu.
Jika Suriah tidak memenuhi kesepakatan itu, maka resolusi PBB akan ditegakkan, yang di dalamnya termasuk soal ancaman sanksi atau penggunaan kekuatan militer. Enam poin kesepakatan yang dihasilkan kedua pihak itu, dibacakan Kerry, dalam jumpa pers yang digelar Sabtu (14/9/2013).
Inilah enam poin kesepakatan AS dan Rusia untuk senjata kimia Suriah.
1. Jumlah dan jenis senjata kimia harus disepakati dan cepat ditempatkan di bawah kontrol internasional.
2.Suriah harus menyerahkan dalam waktu satu minggu daftar komprehensif (senjata kimia-nya).
3. Prosedur yang luar biasa di bawah Konvensi Senjata Kimia akan memungkinkan "kehancuran yang cepat”.
4. Suriah harus memberikan akses langsung kepada inspektur ke semua situs senjata kimia.
5.Semua senjata kimia harus dihancurkan, termasuk kemungkinan yang berada di luar wilayah Suriah.
6. PBB akan memberikan dukungan logistik, dan kepatuhan (Suriah) akan diberlakukan berdasarkan Bab VII Piagam PBB.
(esn)