AS & Rusia akan kembali bahas perundingan damai Suriah
Sabtu, 14 September 2013 - 03:44 WIB
AS & Rusia akan kembali bahas perundingan damai Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, menyatakan pada Jumat (13/9/2013), bahwa ia dan Menlu Rusia, Sergei Lavrov akan kembali bertemu pada Sidang Majeli Umum PBB di New York, AS, pada 28 September mendatang.
Menurut Kerry, pertemuan ini dilakukan untuk membahas tanggal pasti bagi perundingan damai internasional untuk mengakhiri krisis di Suriah. Perundingan ini juga dikenal dengan nama Jenewa II. Kerry mengatakan, keberhasilan dalam menetapkan tanggal untuk pembicaraan damai, sebagian besar akan tergantung pada penyelesaian masalah senjata kimia Suriah.
Sebelumnya, kedua Menlu telah membahas soal penyerahan kontrol senjata kimia Suriah. Dalam pembahasan itu, keduanya sempat terlibat ketegangan. Lavrov mengatakan usulan resolusi Dewan Keamanan PBB, hanya akan mengakibatkan serangan AS terhadap Suriah yang tidak perlu. Menurutnya, harus ada pencegahan konfrontasi militer, dan menyukseskan konferensi Jenewa 2 untuk konflik Suriah.
Pernyataan Lavrov pun ditanggapi Kerry. Katanya, adanya ancaman serangan militerlah yang mendorong Suriah untuk bersedia menyerahkan senjata kimia. Namun, Kerry berharap diplomasi bisa mencegah aksi militer terhadap Suriah.
”Ini bukan permainan, itu (penyerahan senjata kimia) harus nyata. Itu harus komprehensif, itu harus diverifikasi, itu harus kredibel, dan itu harus dilaksanakan secara tepat waktu. Terakhir, harus ada konsekuensi jika tidak terlaksana,” ujar Kerry, seperti dikutip BBC, Jumat (13/9/2013).
Menurut Kerry, pertemuan ini dilakukan untuk membahas tanggal pasti bagi perundingan damai internasional untuk mengakhiri krisis di Suriah. Perundingan ini juga dikenal dengan nama Jenewa II. Kerry mengatakan, keberhasilan dalam menetapkan tanggal untuk pembicaraan damai, sebagian besar akan tergantung pada penyelesaian masalah senjata kimia Suriah.
Sebelumnya, kedua Menlu telah membahas soal penyerahan kontrol senjata kimia Suriah. Dalam pembahasan itu, keduanya sempat terlibat ketegangan. Lavrov mengatakan usulan resolusi Dewan Keamanan PBB, hanya akan mengakibatkan serangan AS terhadap Suriah yang tidak perlu. Menurutnya, harus ada pencegahan konfrontasi militer, dan menyukseskan konferensi Jenewa 2 untuk konflik Suriah.
Pernyataan Lavrov pun ditanggapi Kerry. Katanya, adanya ancaman serangan militerlah yang mendorong Suriah untuk bersedia menyerahkan senjata kimia. Namun, Kerry berharap diplomasi bisa mencegah aksi militer terhadap Suriah.
”Ini bukan permainan, itu (penyerahan senjata kimia) harus nyata. Itu harus komprehensif, itu harus diverifikasi, itu harus kredibel, dan itu harus dilaksanakan secara tepat waktu. Terakhir, harus ada konsekuensi jika tidak terlaksana,” ujar Kerry, seperti dikutip BBC, Jumat (13/9/2013).
(esn)