Soal ratifikasi senjata kimia, Israel tunggu sikap negara Arab
Jum'at, 13 September 2013 - 23:19 WIB
Soal ratifikasi senjata kimia, Israel tunggu sikap negara Arab
A
A
A
Sindonews.com – Israel mengaku tidak akan meratifikasi Konvensi Senjata Kimia, jika masih ada negara tetangga Arab mereka yang memiliki senjata kimia. Demikian dinyatakan oleh seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel kepada Xinhua, Jumat (13/9/2013).
Israel telah menandatangani Konvensi Senjata Kimia pada 1993, tetapi hingga kini negara yahudi itu tidak meratifikasinya. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan baru-baru ini, bahwa Pemerintah Israel tidak akan membawa perjanjian untuk pemungutan suara final ke parlemen, prosedur yang diperlukan untuk ratifikasi.
"Sayangnya , negara-negara lain di Timur Tengah telah gagal untuk mengikuti dan telah menunjukkan bahwa posisi mereka akan tetap tidak berubah, bahkan jika Israel meratifikasi Konvensi Sejata Kimia," ujar Yigal Palmor, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel.
Salah satu negara Arab yang dimaksud Israel adalah Suriah, yang diperkirakan memiliki salah satu persenjataan kimia yang paling maju di Timur Tengah. Selain itu, Mesir juga diyakini memiliki senjata kimia, yang pernah mereka gunakan dalam perang melawan Yaman pada 1960 an.
Mesir telah mengaitkan penolakannya untuk menandatangani Konvensi Senjata Kimia tersebut dengan penolakan Israel untuk menandatangani Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
"Inti dari penandatanganan perjanjian adalah, bahwa jika hal itu dilakukan secara multilateral. Karena kondisi ini tidak terpenuhi, kami mempertimbangkan kembali niat kami untuk meratifikasi konvensi tersebut," lanjut Palmor.
Israel telah menandatangani Konvensi Senjata Kimia pada 1993, tetapi hingga kini negara yahudi itu tidak meratifikasinya. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan baru-baru ini, bahwa Pemerintah Israel tidak akan membawa perjanjian untuk pemungutan suara final ke parlemen, prosedur yang diperlukan untuk ratifikasi.
"Sayangnya , negara-negara lain di Timur Tengah telah gagal untuk mengikuti dan telah menunjukkan bahwa posisi mereka akan tetap tidak berubah, bahkan jika Israel meratifikasi Konvensi Sejata Kimia," ujar Yigal Palmor, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel.
Salah satu negara Arab yang dimaksud Israel adalah Suriah, yang diperkirakan memiliki salah satu persenjataan kimia yang paling maju di Timur Tengah. Selain itu, Mesir juga diyakini memiliki senjata kimia, yang pernah mereka gunakan dalam perang melawan Yaman pada 1960 an.
Mesir telah mengaitkan penolakannya untuk menandatangani Konvensi Senjata Kimia tersebut dengan penolakan Israel untuk menandatangani Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
"Inti dari penandatanganan perjanjian adalah, bahwa jika hal itu dilakukan secara multilateral. Karena kondisi ini tidak terpenuhi, kami mempertimbangkan kembali niat kami untuk meratifikasi konvensi tersebut," lanjut Palmor.
(esn)