Komisi PBB sebut rezim Assad lakukan 8 pembantaian
Rabu, 11 September 2013 - 16:05 WIB
Komisi PBB sebut rezim Assad lakukan 8 pembantaian
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah komisi hak asasi manusia (HAM) PBB di Jenewa, mengumumkan data, yang menyebut, delapan kasus pembantaian telah dilakukan oleh kubu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan kubu pemberontak Suriah disebut melakukan satu kasus pembantaian.
Para penyelidik HAM PBB, pada Rabu (11/9/2013), mengatakan, pasukan pemerintah Suriah telah membantai warga sipil, mengebom rumah sakit dan terlibat kejahatan perang lainnya, dalam upaya merebut kembali wilayah dari tangan pemberontak pada tahun ini.
Menurut penyelidik, kejahatan perang juga dilakukan termasuk tindakan eksekusi, penyanderaan dan penembakan terhadap warga sipil. Laporan terbaru itu, mereka klaim mencakup periode 15 Mei 2012 sampai 15 Juli 2013.
”Para pelaku pelanggaran dan kejahatan ini berlaku pada semua sisi, bertindak melanggar hukum internasional. Mereka tidak takut dengan akuntabilitas. Rujukan terhadap keadilan sangat penting,” bunyi laporan komisi HAM PBB, yang dipimpin oleh Paulo Pinheiro dari Brazil, seperti dikutip Reuters.
Para ahli independen, mengatakan mereka telah menerima laporan tentang penggunaan senjata kimia. ”Yang dominan dilakukan oleh pemerintah,” lanjut laporan itu. Tim penyelidik yang terdiri dari sekitar 20 peneliti mengaku melakukan wawancara terhadap 258 orang pengungsi, pembelot, dan warga lain, termasuk wawancara melalui skype dari Jenewa.
Laporan komisi itu juga menyerukan solusi politik untuk perang sipil di Suriah. Mereka mendesak negara-negara lain untuk menghentikan pengiriman senjata yang jelas-jelas digunakan untuk melanggar hukum internasional.
Para penyelidik HAM PBB, pada Rabu (11/9/2013), mengatakan, pasukan pemerintah Suriah telah membantai warga sipil, mengebom rumah sakit dan terlibat kejahatan perang lainnya, dalam upaya merebut kembali wilayah dari tangan pemberontak pada tahun ini.
Menurut penyelidik, kejahatan perang juga dilakukan termasuk tindakan eksekusi, penyanderaan dan penembakan terhadap warga sipil. Laporan terbaru itu, mereka klaim mencakup periode 15 Mei 2012 sampai 15 Juli 2013.
”Para pelaku pelanggaran dan kejahatan ini berlaku pada semua sisi, bertindak melanggar hukum internasional. Mereka tidak takut dengan akuntabilitas. Rujukan terhadap keadilan sangat penting,” bunyi laporan komisi HAM PBB, yang dipimpin oleh Paulo Pinheiro dari Brazil, seperti dikutip Reuters.
Para ahli independen, mengatakan mereka telah menerima laporan tentang penggunaan senjata kimia. ”Yang dominan dilakukan oleh pemerintah,” lanjut laporan itu. Tim penyelidik yang terdiri dari sekitar 20 peneliti mengaku melakukan wawancara terhadap 258 orang pengungsi, pembelot, dan warga lain, termasuk wawancara melalui skype dari Jenewa.
Laporan komisi itu juga menyerukan solusi politik untuk perang sipil di Suriah. Mereka mendesak negara-negara lain untuk menghentikan pengiriman senjata yang jelas-jelas digunakan untuk melanggar hukum internasional.
(esn)