Putin: Suriah serahkan senjata kimia jika AS batalkan serangan
Rabu, 11 September 2013 - 13:28 WIB
Putin: Suriah serahkan senjata kimia jika AS batalkan serangan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Amerika Serikat (AS) harus meninggalkan pilihan untuk menggunakan kekuatan militer di Suriah guna memungkinkan pemeriksaan senjata kimia di Damaskus terus berjalan, Selasa (10/11/2013).
"Semuanya masuk akal, jika AS dan semua pihak yang mendukung hal itu meninggalkan pilihan untuk menggunakan kekuatan militer," ungkap Putin.
Presiden yang mengirim proposal untuk mengamankan senjata kimia Suriah disambut dengan baik oleh sejumlah negara Barat itu melanjutkan, "Sulit untuk membatasi Suriah atau negara lain untuk melucuti senjata sepihak, sementara negara mereka terancam tindakan militer yang sedang dipersiapkan," ujarnya.
"Posisi Rusia pada pertanyaan ini sudah jelas: kami menentang proliferasi senjata pemusnah massal, kimia atau nuklir," jelas Putin. Ia mengungkapkan, dalam pandangan Suriah, senjata itu adalah sebagai sebuah senjata alternatif atas persenjataan nuklir Israel.
Putin melanjutkan, sebenarnya membawa senjata kimia Suriah di bawah kontrok internsional telah lama menjadi subjek diskusi para ahli dan politisi. Dirinya pun telah menegaskan bahwa, dia dan Presiden AS Barack Obama telah membahas kemungkinan tersebut di sela-sela KTT G 20 pekan lalu, dan hal itulah disepakati untuk menginstruksikan Menlu AS dan Rusia agar bekerja sama dan melihat apakah mereka dapat mencapai beberapa kemajuan dalam hal ini.
"Semuanya masuk akal, jika AS dan semua pihak yang mendukung hal itu meninggalkan pilihan untuk menggunakan kekuatan militer," ungkap Putin.
Presiden yang mengirim proposal untuk mengamankan senjata kimia Suriah disambut dengan baik oleh sejumlah negara Barat itu melanjutkan, "Sulit untuk membatasi Suriah atau negara lain untuk melucuti senjata sepihak, sementara negara mereka terancam tindakan militer yang sedang dipersiapkan," ujarnya.
"Posisi Rusia pada pertanyaan ini sudah jelas: kami menentang proliferasi senjata pemusnah massal, kimia atau nuklir," jelas Putin. Ia mengungkapkan, dalam pandangan Suriah, senjata itu adalah sebagai sebuah senjata alternatif atas persenjataan nuklir Israel.
Putin melanjutkan, sebenarnya membawa senjata kimia Suriah di bawah kontrok internsional telah lama menjadi subjek diskusi para ahli dan politisi. Dirinya pun telah menegaskan bahwa, dia dan Presiden AS Barack Obama telah membahas kemungkinan tersebut di sela-sela KTT G 20 pekan lalu, dan hal itulah disepakati untuk menginstruksikan Menlu AS dan Rusia agar bekerja sama dan melihat apakah mereka dapat mencapai beberapa kemajuan dalam hal ini.
(esn)