AS ragu Suriah mau serahkan senjata kimia
Selasa, 10 September 2013 - 02:52 WIB
AS ragu Suriah mau serahkan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) mengaku merespon rencana Suriah untuk menyerahkan senjata kimia mereka. Tetapi, AS juga menyatakan keraguan atas rencana yang digagas oleh Rusia ini, Senin (9/9/2013).
Pejabat senior di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS bergerak cepat untuk menanggapi rencana Rusia yang dimaksudkan untuk mencegah serangan udara AS ke tanah Suriah itu.
Tony Blinken, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS mengatakan, bahwa Washington akan berkonsultasi dengan Rusia soal rencana tersebut. Namun, ia menyatakan keraguan tentang niat Pemerintah Suriah.
"Kami akan menyambut keputusan dan tindakan oleh Suriah yang akan menyerahkan senjata kimia," kata Blinken, seperti dikutip dari AFP. Namun, dia menambahkan, bahwa track record Suriah selama ini tidak memberikan banyak keyakinan.
Sementara Marie Harf, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, memperingatkan, bahwa setiap rencana untuk membuat Suriah membuang senjata kimia, tidak seharusnya menjadikan kondisi tarik ulur. "Rusia selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun telah berdiri untuk rezim Suriah di PBB dan masyarakat internasional," katanya.
Sebelumnya, Rusia mendesak Suriah untuk menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional, dengan harapan langkah ini akan mencegah serangan militer AS. Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengaku menyambut baik usulan tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada Senin (9/9/2013), bahwa ia menyampaikan usulan ini pada Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem pada pembicaraan di Moskow. Lavrov menegaskan, bahwa Rusia mengharapkan "sebuah jawaban yang positif dan cepat”.
Pejabat senior di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS bergerak cepat untuk menanggapi rencana Rusia yang dimaksudkan untuk mencegah serangan udara AS ke tanah Suriah itu.
Tony Blinken, Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS mengatakan, bahwa Washington akan berkonsultasi dengan Rusia soal rencana tersebut. Namun, ia menyatakan keraguan tentang niat Pemerintah Suriah.
"Kami akan menyambut keputusan dan tindakan oleh Suriah yang akan menyerahkan senjata kimia," kata Blinken, seperti dikutip dari AFP. Namun, dia menambahkan, bahwa track record Suriah selama ini tidak memberikan banyak keyakinan.
Sementara Marie Harf, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, memperingatkan, bahwa setiap rencana untuk membuat Suriah membuang senjata kimia, tidak seharusnya menjadikan kondisi tarik ulur. "Rusia selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun telah berdiri untuk rezim Suriah di PBB dan masyarakat internasional," katanya.
Sebelumnya, Rusia mendesak Suriah untuk menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional, dengan harapan langkah ini akan mencegah serangan militer AS. Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengaku menyambut baik usulan tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada Senin (9/9/2013), bahwa ia menyampaikan usulan ini pada Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem pada pembicaraan di Moskow. Lavrov menegaskan, bahwa Rusia mengharapkan "sebuah jawaban yang positif dan cepat”.
(esn)