Aksi militer ke Suriah merupakan serangan terhadap negara berdaulat
Senin, 09 September 2013 - 23:26 WIB
Aksi militer ke Suriah merupakan serangan terhadap negara berdaulat
A
A
A
Sindonews.com – Setiap serangan militer sepihak terhadap Suriah adalah sebuah serangan atas negara berdaulat. Demikian dinyatakan oleh seorang pejabat senior Rusia, Senin (9/9/2013).
"Baik Senat maupun Kongres Amerika Serikat (AS) mungkin akan mendapat sanksi melakukan serangan terhadap negara lain, karena tidak ada agresi terhadap AS," kata Kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev kepada wartawan.
Dia mengatakan, hanya Dewan Keamanan PBB yang memiliki wewenang untuk melancarkan operasi militer terhadap suatu negara. "Jika serangan itu akan tetap dilakukan, kita mungkin menyebutnya agresi terhadap negara lain, " tambah Patrushev, seperti dikutip dari Xinhua.
Ia mengatakan, perang saudara di Suriah telah menghasilkan 2 juta pengungsi. "Bukankah kita tahu warga sipil mati ketika serangan dilakukan? Kita telah melihat ini di banyak negara," lanjut Patrushev, mengutip Irak dan Afghanistan sebagai contoh.
Alexei Pushkov, kepala Komite Internasional Parlemen Majelis Rendah Rusia, mengatakan, bahwa serangan militer AS yang direncanakan di Suriah ditujukan pada perubahan rezim. "Jelas , tujuan operasi itu adalah untuk melemahkan kemampuan pemerintah Suriah untuk berperang dan akhirnya membuka jalan bagi kaum militan menuju ke Damaskus," kata Pushkov.
Pushkov percaya, pasukan AS akan membom sejumlah fasilitas militer, serta bandara internasional Damaskus dan istana presiden. "Ini akan menjadi serangan besar-besaran yang menargetkan infrastruktur militer dan sipil utama," katanya.
"Baik Senat maupun Kongres Amerika Serikat (AS) mungkin akan mendapat sanksi melakukan serangan terhadap negara lain, karena tidak ada agresi terhadap AS," kata Kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev kepada wartawan.
Dia mengatakan, hanya Dewan Keamanan PBB yang memiliki wewenang untuk melancarkan operasi militer terhadap suatu negara. "Jika serangan itu akan tetap dilakukan, kita mungkin menyebutnya agresi terhadap negara lain, " tambah Patrushev, seperti dikutip dari Xinhua.
Ia mengatakan, perang saudara di Suriah telah menghasilkan 2 juta pengungsi. "Bukankah kita tahu warga sipil mati ketika serangan dilakukan? Kita telah melihat ini di banyak negara," lanjut Patrushev, mengutip Irak dan Afghanistan sebagai contoh.
Alexei Pushkov, kepala Komite Internasional Parlemen Majelis Rendah Rusia, mengatakan, bahwa serangan militer AS yang direncanakan di Suriah ditujukan pada perubahan rezim. "Jelas , tujuan operasi itu adalah untuk melemahkan kemampuan pemerintah Suriah untuk berperang dan akhirnya membuka jalan bagi kaum militan menuju ke Damaskus," kata Pushkov.
Pushkov percaya, pasukan AS akan membom sejumlah fasilitas militer, serta bandara internasional Damaskus dan istana presiden. "Ini akan menjadi serangan besar-besaran yang menargetkan infrastruktur militer dan sipil utama," katanya.
(esn)