Kirim kapal induk ke pantai Suriah, AS dianggap berniat perang
Selasa, 03 September 2013 - 14:28 WIB
Kirim kapal induk ke pantai Suriah, AS dianggap berniat perang
A
A
A
Sindonews.com - Penempatan USS Nimitz, kapal induk bertenaga nuklir dan empat kapal milik Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa AS bertekad untuk memulai kampanye militer di Suriah. Demikian diungkapkan, Alexei Pushkov, anggota parlemen senior Rusia, Selasa (3/9/2013).
Kemarin, seorang pejabat pertahanan AS mengungkapkan, bahwa kapal Nimitz dan sejumlah kapal pendukung telah memasuki Laut Merah, sekitar pukul 10 pagi. Namun, sampai hari ini satuan tugas itu belum menerima perintah untuk bergerak menuju Mediterania, lokasi di mana lima kapal perusak AS dan USS San Antonio (kapal amfibi) bersiaga untuk kemungkinan melancarkan serangan terhadap Suriah.
"Dengan mengirimkan sebuah kapal induk bertenaga nuklir ke wilayah Pantai Suriah, Presiden AS Barack Obama menunjukan, bahwa aksi militer telah ditunda. Tapi, tidak dibatalkan," ungkap Pushkov yang juga merupakan Kepala urusan Komite Internasional parlemen Rusia.
"Dan, Obama telah bertekad untuk memulai perang," lanjut Pushkov.
Akhir pekan kemarin, Obama memutuskan menunda perintah untuk mengerahkan lima kapal penghancur di lepas pantai Suriah, sebelum ada keputusan dari Kongres AS.
Kongres AS memiliki waktu sembilan hari untuk memutuskan tindakan di Suriah. Penundaan untuk menyerang Suriah itu dimanfaatkan pihak militer AS untuk menyiapkan peralatan tempur mereka di wilayah yang berdekatan dengan Suriah.
Kemarin, seorang pejabat pertahanan AS mengungkapkan, bahwa kapal Nimitz dan sejumlah kapal pendukung telah memasuki Laut Merah, sekitar pukul 10 pagi. Namun, sampai hari ini satuan tugas itu belum menerima perintah untuk bergerak menuju Mediterania, lokasi di mana lima kapal perusak AS dan USS San Antonio (kapal amfibi) bersiaga untuk kemungkinan melancarkan serangan terhadap Suriah.
"Dengan mengirimkan sebuah kapal induk bertenaga nuklir ke wilayah Pantai Suriah, Presiden AS Barack Obama menunjukan, bahwa aksi militer telah ditunda. Tapi, tidak dibatalkan," ungkap Pushkov yang juga merupakan Kepala urusan Komite Internasional parlemen Rusia.
"Dan, Obama telah bertekad untuk memulai perang," lanjut Pushkov.
Akhir pekan kemarin, Obama memutuskan menunda perintah untuk mengerahkan lima kapal penghancur di lepas pantai Suriah, sebelum ada keputusan dari Kongres AS.
Kongres AS memiliki waktu sembilan hari untuk memutuskan tindakan di Suriah. Penundaan untuk menyerang Suriah itu dimanfaatkan pihak militer AS untuk menyiapkan peralatan tempur mereka di wilayah yang berdekatan dengan Suriah.
(esn)