Rusia sangat tidak percaya bukti senjata kimia AS & sekutunya
Senin, 02 September 2013 - 20:21 WIB
Rusia sangat tidak percaya bukti senjata kimia AS & sekutunya
A
A
A
Sindonews.com - Rusia sangat tidak percaya dengan keaslian bukti yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya, bahwa tentara Suriah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan di luar Damaskus. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Senin (2/9/2013).
"Apa yang dipamerkan baru baru ini oleh mitra kami, AS, Inggris, dan Perancis sama sekali tidak dapat dapat dipercaya," ungkap Lavrov. "Ada banyak keraguan tentang gambar tentang serangan yang diunduh ke internet. Tidak ada bukti konkret, tak ada kordinat geografis ataupun nama," lanjutnya.
Lavrov lantas menuduh pihak barat menyembunyikan komentar para ahli yang mengungkapkan, bahwa mereka sangat meragukan keabsahan rekaman video serangan yang diduga menggunakan senjata kimia yang diposting di internet.
"Jika kita sebut gambar itu sebagai serangan senjata kimia, maka ada perbedaan tentang efek yang ditimbulkan terhadap korban," ujarnya.
"Terlalu banyak hal yang meragukan. Tidak ada fakta, hanya ungkapan saja. Dan saat saya minta mereka menyodorkan bukti lebih lanjut, mereka mengatakan semua itu rahasia dan tidak dapat diperlihatkan. Tentu saja tidak ada fakta seperti itu dalam tujuan sebuah kerjasama internasional," terang Lavrov.
Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menolak klaim AS, bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia. Dia menilai tuduhan AS itu hanya bualan semata. "(Tuduhan itu) omong kosong,” kata Putin, menyebut klaim AS yang menyalahkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Apa yang dipamerkan baru baru ini oleh mitra kami, AS, Inggris, dan Perancis sama sekali tidak dapat dapat dipercaya," ungkap Lavrov. "Ada banyak keraguan tentang gambar tentang serangan yang diunduh ke internet. Tidak ada bukti konkret, tak ada kordinat geografis ataupun nama," lanjutnya.
Lavrov lantas menuduh pihak barat menyembunyikan komentar para ahli yang mengungkapkan, bahwa mereka sangat meragukan keabsahan rekaman video serangan yang diduga menggunakan senjata kimia yang diposting di internet.
"Jika kita sebut gambar itu sebagai serangan senjata kimia, maka ada perbedaan tentang efek yang ditimbulkan terhadap korban," ujarnya.
"Terlalu banyak hal yang meragukan. Tidak ada fakta, hanya ungkapan saja. Dan saat saya minta mereka menyodorkan bukti lebih lanjut, mereka mengatakan semua itu rahasia dan tidak dapat diperlihatkan. Tentu saja tidak ada fakta seperti itu dalam tujuan sebuah kerjasama internasional," terang Lavrov.
Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menolak klaim AS, bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia. Dia menilai tuduhan AS itu hanya bualan semata. "(Tuduhan itu) omong kosong,” kata Putin, menyebut klaim AS yang menyalahkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
(esn)