Suriah minta PBB halangi agresi AS

Senin, 02 September 2013 - 15:32 WIB
Suriah minta PBB halangi...
Suriah minta PBB halangi agresi AS
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah telah meminta PBB untuk mencegah AS dan negara mana pun melakukan agresi militer. Permintaan Pemerintah Suriah itu muncul, setelah Presiden AS, Barack Obama berencana menyerang Suriah atas tuduhan serangan senjata kimia di dekat Damaskus 21 Agustus 2013 lalu.

Washington mengatakan, lebih dari 1.400 orang, yang sebagian anak-anak tewas dalam serangan di dekat Damaskus itu. Pemerintah AS menyebut, serangan senjata kimia itu terburuk di dunia setelah Saddam Hussein menggunakan gas sarin untuk membunuh ribuan orang suku Kurdi di Irak pada 1988.

Dalam sebuah surat kepada Sekjen PBB Ban Ki -moon dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Maria Cristina Perceval, Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari menyerukan PBB menghentikan ambisi AS untuk menyerang negaranya.

”Sekjen PBB untuk memikul tanggung jawabnya untuk mencegah agresi apapun pada Suriah, dan mendorong upaya untuk mencapai solusi politik guna menyelesaikan krisis di Suriah,” tulis kantor berita negara Suriah, SANA, pada Senin (2/9/2013), mengutip pernyataan Ja’afari.

Ja’fari menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menunjukkan perannya. ”Mempertahankan perannya sebagai katup pengaman untuk mencegah prasangka yang tidak jelas, yang memaksa keluar dari frame legitimasi internasional,” ujar Ja’afari.

Ja'afari mengatakan, AS harus memainkan perannya, sebagai sponsor perdamaian dan sebagai mitra Rusia yang sedang menyiapkan konferensi internasional untuk penyelesaian masalah Suriah. ”Bukan sebagai sebuah negara yang menggunakan kekuatan terhadap siapa pun yang menentang kebijakannya,” imbuh dia.

Suriah telah membantah menggunakan senjata kimia dan menuduh kelompok pemberontaklah yang menggunakannya dalam perang sipil selama 2,5 tahun tahun terakhir. Data PBB menyebut, setidaknya 100 ribu orang tewas di Suriah sejak konflik yang dimulai Maret 2011.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, kemarin, mengatakan, dari hasil uji sampel yang diambil di dekat Damaskus menunjukkan bahwa, gas sarin positif digunakan di Suriah. Ia menuduh penggunanya rezim pemerintah Bashar al-Assad.

Namun, Ja'afari menyebut, tuduhan Kerry, penuh kebohongan. Data yang dipakai, katanya, merupakan cerita lama rekaan dari kelompok pemberontak yang diolah dari foto palsu di internet.

AS sendiri masih menunggu keputusan Kongres pada 9 September 2013 nanti untuk memastikan, apakah Kongres menyetujui agresi militer ke Suriah atau sebaliknya. Namun, Obama sendiri tengah gencar melobi Kongres guna mendukung rencananya untuk menyerang Suriah.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
46 menit yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
1 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
5 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
6 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
7 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved