Oposisi Suriah kecewa dengan keputusan Obama
Minggu, 01 September 2013 - 21:10 WIB
Oposisi Suriah kecewa dengan keputusan Obama
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Suriah kecewa dengan keputusan, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang meminta persetujuan dari kongres sebelum melancarkan perang ke Suriah, Minggu (1/9/2013).
"Kami kecewa. Kami berharap serangan itu akan terjadi secepatnya. Tapi, kami yakini kongres AS akan memberikan persetujuan untuk melancarkan serangan itu," ungkap Samir Nashar, seorang pejabat tinggi di Koalisi Nasional Suriah.
Nashar mengatakan, Koalisi Nasional Suriah yakin, bahwa pertemuan sejumlah menteri luar negeri Arab di Mesir hari ini akan memberikan dukungan kuat kepada AS untuk melncarkan serangan militer.
"Dalam situasi ini, Turki juga punya peran yang sangat penting. Sebab, AS butuh dukungan itu. Koalisi Nasional Suriah akan berhubungan langsung dengan sejumlah negara Arab dan Turki, sehingga mereka dapat bekerjasama sebaik mungkin," ungkap Nashar.
"Kami akan mendorong sejumlah negara itu untuk ambil bagian dalam operasi militer, guna meringankan penderitaan yang dialami oleh warga Suriah," lanjut Nashar.
Seperti diketahui, dugaan bahwa Washington akhir pekan ini akan melancarkan serangan terhadap Suriah termentahkan, setelah Obama meyakini, sebelum serangan itu diluncurkan, ia harus meminta kongres mengesahkan intervensi militer itu terlebih dahulu, Sabtu (31/8/2013). Obama yakin, bahwa dalam pemungutan suara senat dia akan mendapatkan persetujuan untuk melancarkan perang.
Tapi, sesuai dalam prinsipnya pada kampanye pemilu 2008 lalu, Obama mengatakan bahwa dia tidak punya kekuatan untuk memutuskan melancarkan aksi militer di luar negeri tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan Kongres
"Kami kecewa. Kami berharap serangan itu akan terjadi secepatnya. Tapi, kami yakini kongres AS akan memberikan persetujuan untuk melancarkan serangan itu," ungkap Samir Nashar, seorang pejabat tinggi di Koalisi Nasional Suriah.
Nashar mengatakan, Koalisi Nasional Suriah yakin, bahwa pertemuan sejumlah menteri luar negeri Arab di Mesir hari ini akan memberikan dukungan kuat kepada AS untuk melncarkan serangan militer.
"Dalam situasi ini, Turki juga punya peran yang sangat penting. Sebab, AS butuh dukungan itu. Koalisi Nasional Suriah akan berhubungan langsung dengan sejumlah negara Arab dan Turki, sehingga mereka dapat bekerjasama sebaik mungkin," ungkap Nashar.
"Kami akan mendorong sejumlah negara itu untuk ambil bagian dalam operasi militer, guna meringankan penderitaan yang dialami oleh warga Suriah," lanjut Nashar.
Seperti diketahui, dugaan bahwa Washington akhir pekan ini akan melancarkan serangan terhadap Suriah termentahkan, setelah Obama meyakini, sebelum serangan itu diluncurkan, ia harus meminta kongres mengesahkan intervensi militer itu terlebih dahulu, Sabtu (31/8/2013). Obama yakin, bahwa dalam pemungutan suara senat dia akan mendapatkan persetujuan untuk melancarkan perang.
Tapi, sesuai dalam prinsipnya pada kampanye pemilu 2008 lalu, Obama mengatakan bahwa dia tidak punya kekuatan untuk memutuskan melancarkan aksi militer di luar negeri tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan Kongres
(esn)