Obama tak akan serang Suriah tanpa dukungan penuh kongres

Minggu, 01 September 2013 - 20:57 WIB
Obama tak akan serang...
Obama tak akan serang Suriah tanpa dukungan penuh kongres
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengumumkan, bahwa AS siap untuk menyerang Suriah. Menurutnya, serangan senjata kimia di sejumlah desa di pinggiran Ibu Kota Damaskus adalah sebuah kejahatan yang keji dan AS perlu menanggapi aksi itu dengan sebuah serangan militer terbatas. Tapi, Obama meyakini, sebelum serangan itu diluncurkan, ia harus meminta kongres mengesahkan intervensi militer itu terlebih dahulu, Sabtu (31/8/2013).

"Saya akan mencari otorisasi dari para wakil rakyat AS di kongres sebelum melancarkan perang itu," kata Obama di taman mawar, Gedung Putih.

Pengumuman tersebut seolah meredam dugaan, bahwa Washington pada akhir pekan ini akan melancarkan serangan terhadap Suriah.

"Militer kami telah ditempatkan di kawasan itu. Kami siap melakukan penyerangan saat hal itu ditetapkan," terang Obama.Ia yakin, bahwa dalam pemungutan suara senat, dia akan mendapatkan persetujuan untuk melancarkan perang. Tapi, sesuai dalam prinsipnya pada kampanye pemilu 2008 lalu, Obama mengatakan, bahwa dia tidak punya kekuatan untuk memutuskan melancarkan aksi militer di luar negeri tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan Kongres.

"Penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Suriah merupakan serangan terhadap martabat manusia. Hal ini menimbulkan ancaman serius pada keamanan nasional AS. Serangan ini merupakan penghinaan terhadap larangan penggunaan senjata kimia," terang Obama.

"Serangan tersebut membahayakan teman-teman kami yang tinggal di sepanjang perbatasan Suriah, termasuk Israel, Yordania, Turki, Libanon dan Irak," terang Obama.
"Jika hal itu dibiarkan maka pengunaan senjata kimia dapat meningkat dan akan memicu proliferasi sehingga kelompok teroris dapat melakukan hal yang sama untuk mencelakakan kita," lanjut Obama.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dipublikasikan NBC News, setengah warga tidak menginginkan pemerintah AS melancarkan intervensi militer ke Suriah. Dimana, delapan dari 10 orang warga AS mengatakan bahwa Presiden harus mendapat izin dari kongres sebelum melancarkan intervensi militer ke Suriah.
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
14 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
39 menit yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
59 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
1 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
1 jam yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved