Rusia desak Tim PBB teruskan penyidikan di lokasi lain di Suriah
Kamis, 29 Agustus 2013 - 23:07 WIB
Rusia desak Tim PBB teruskan penyidikan di lokasi lain di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menyatakan pada Kamis (29/8/2013), bahwa tim ahli kimia PBB yang saat ini berada di Damaskus, seharusnya tidak hanya melakukan penyidikan selama 4 hari di pinggiran Damaskus.
“Para ahli PBB yang kemungkinan kembali ke Den Haag untuk memberikan sampel, seharusnya tidak mencegah penyelidikan lebih lanjut atas serangan senjata kimia yang diduga digunakan di Suriah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, seperti dikutip dari Xinhua.
"Secara khusus, pemeriksaan harus dilakukan, selain di pinggiran Damaskus. Penyidikan harus dilakukan di tiga tempat lain yang sebelumnya disepakati antara Pemerintah Suriah dan Sekretariat PBB pada 13 Agustus lalu," lannjut Lukashevich.
Diplomat itu mengatakan, tim ahli PBB yang dipimpin oleh ilmuwan Swedia, Ake Sellstrom, harus melaksanakan mandat mereka dan menyampaikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB. Semula, Tim PBB ini dijadwalkan melakukan penyidikan selama 14 hari. Tapi nyatanya, tim ini hanya berada satu pekan di Suriah dan pada Sabtu (1/9/2013), tim itu sudah meninggalkan Suriah.
Tim ini menyelidiki dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad di pinggiran Damaskus pada pekan lalu. Sementara Pemerintah Suriah menginginkan, tim itu menyelidiki tiga dugaan serangan senjata kimia yang dilancarkan pemberontak.
“Para ahli PBB yang kemungkinan kembali ke Den Haag untuk memberikan sampel, seharusnya tidak mencegah penyelidikan lebih lanjut atas serangan senjata kimia yang diduga digunakan di Suriah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, seperti dikutip dari Xinhua.
"Secara khusus, pemeriksaan harus dilakukan, selain di pinggiran Damaskus. Penyidikan harus dilakukan di tiga tempat lain yang sebelumnya disepakati antara Pemerintah Suriah dan Sekretariat PBB pada 13 Agustus lalu," lannjut Lukashevich.
Diplomat itu mengatakan, tim ahli PBB yang dipimpin oleh ilmuwan Swedia, Ake Sellstrom, harus melaksanakan mandat mereka dan menyampaikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB. Semula, Tim PBB ini dijadwalkan melakukan penyidikan selama 14 hari. Tapi nyatanya, tim ini hanya berada satu pekan di Suriah dan pada Sabtu (1/9/2013), tim itu sudah meninggalkan Suriah.
Tim ini menyelidiki dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad di pinggiran Damaskus pada pekan lalu. Sementara Pemerintah Suriah menginginkan, tim itu menyelidiki tiga dugaan serangan senjata kimia yang dilancarkan pemberontak.
(esn)