AS: Suriah tak bisa sembunyi di balik Rusia & DK PBB
Kamis, 29 Agustus 2013 - 02:27 WIB
AS: Suriah tak bisa sembunyi di balik Rusia & DK PBB
A
A
A
Sindonews.com – Sikap menentang yang ditunjukkan Rusia terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai konflik Suriah, seharusnya tidak diperbolehkan untuk melindungi Pemerintah Suriah. Demikian dinyatakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rabu (28/8/2013).
"Kami tidak percaya rezim Suriah dapat bersembunyi di balik fakta, bahwa Rusia terus memblokir tindakan terhadap Suriah di PBB. Dan, kami akan membuat keputusan yang tepat soal tindakan kami ke depan," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, seperti dikutip dari Reuters.
Harf mengatakan, tindakan oleh Rusia, termasuk veto dari tiga resolusi sebelumnya yang mengutuk pemerintah Bashar al-Assad, menimbulkan pertanyaan, apakah DK PBB adalah tempat yang efektif untuk mengatasi konflik perang saudara yang sudah berlangsung dua tahun di Suriah.
Sebelumnya pada hari yang sama, Inggris, China, Prancis, Rusia dan AS telah membahas resolusi yang disusun Inggris, yang dapat memungkinkan aksi militer di Suriah. Rancangan resolusi itu akan mengotorisasi "semua kekuatan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari senjata kimia, serta persetujuan bagi kekuatan Barat untuk melakukan aksi militer di Suriah.
Pertemuan lima anggota DK PBB itu berlangsung sekitar satu jam. Seusai pertemuan, semua utusan yang hadir menolak memberikan pernyataan. AS dan sekutunya dilaporkan telah bersiap untuk melancarkan aksi militer ke Suriah, menyusul adanya laporan serangan senjata kimia di Damaskus pada pekan lalu yang menewaskan ratusan orang.
"Kami tidak percaya rezim Suriah dapat bersembunyi di balik fakta, bahwa Rusia terus memblokir tindakan terhadap Suriah di PBB. Dan, kami akan membuat keputusan yang tepat soal tindakan kami ke depan," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, seperti dikutip dari Reuters.
Harf mengatakan, tindakan oleh Rusia, termasuk veto dari tiga resolusi sebelumnya yang mengutuk pemerintah Bashar al-Assad, menimbulkan pertanyaan, apakah DK PBB adalah tempat yang efektif untuk mengatasi konflik perang saudara yang sudah berlangsung dua tahun di Suriah.
Sebelumnya pada hari yang sama, Inggris, China, Prancis, Rusia dan AS telah membahas resolusi yang disusun Inggris, yang dapat memungkinkan aksi militer di Suriah. Rancangan resolusi itu akan mengotorisasi "semua kekuatan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari senjata kimia, serta persetujuan bagi kekuatan Barat untuk melakukan aksi militer di Suriah.
Pertemuan lima anggota DK PBB itu berlangsung sekitar satu jam. Seusai pertemuan, semua utusan yang hadir menolak memberikan pernyataan. AS dan sekutunya dilaporkan telah bersiap untuk melancarkan aksi militer ke Suriah, menyusul adanya laporan serangan senjata kimia di Damaskus pada pekan lalu yang menewaskan ratusan orang.
(esn)