Rusia: Solusi militer akan perkeruh situasi di Timur Tengah
Rabu, 28 Agustus 2013 - 20:24 WIB
Rusia: Solusi militer akan perkeruh situasi di Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com - Rusia memperingatkan, bahwa solusi militer atas konflik yang terjadi di Suriah akan memperkeruh situasi di negara itu dan wilayah Timur Tengah. Demikian diungkapkan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu (28/8/2013).
Dalam pernyataan itu disebutkan, saat Lavrov berbicara dengan Lakhdar Brahimi, utusan perdamaian PBB dan Liga Arab untuk Suriah melalui telepon dia menekankan, kurangnya alternatif untuk solusi diplomatik dan mengupayakan solusi militer hanya akan memperkeruh situasi di Suriah dan di kawasan itu.
Baik Brahimi maupun Lavrov setuju bahwa dalam momen yang sangat kritis ini semua pihak, termasuk pemain eksternal harus bertindak dengan tanggung jawab yang maksimal dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
Awal pekan ini, Lavrov telah memperingatkan Menlu Amerika Serikat John Kerry atas konsekuensi yang sangat berbahaya jika mereka meluncurkan aksi militer terhadap rezim Suriah. Lavrov kemudian mengingatkan Kerry, bahwa sejumlah elemen yang mendorong AS meluncurkan aksi militer di luar kerangka PBB akan melemahkan upaya Rusia dan AS untuk menggelar konferensi perdamaian Suriah.
"Penilaian yang kami buat beradasarkan pada informasi dari sumber terpercaya dan sesuai dengan informasi itu memang pemerintah Suriah lah yang seharusnya dipersalahkan atas serangan yang yang diduga telah menggunakan snejta kimia itu," ungkap Kerry menanggapi peringatan Lavrov.
Dalam pernyataan itu disebutkan, saat Lavrov berbicara dengan Lakhdar Brahimi, utusan perdamaian PBB dan Liga Arab untuk Suriah melalui telepon dia menekankan, kurangnya alternatif untuk solusi diplomatik dan mengupayakan solusi militer hanya akan memperkeruh situasi di Suriah dan di kawasan itu.
Baik Brahimi maupun Lavrov setuju bahwa dalam momen yang sangat kritis ini semua pihak, termasuk pemain eksternal harus bertindak dengan tanggung jawab yang maksimal dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
Awal pekan ini, Lavrov telah memperingatkan Menlu Amerika Serikat John Kerry atas konsekuensi yang sangat berbahaya jika mereka meluncurkan aksi militer terhadap rezim Suriah. Lavrov kemudian mengingatkan Kerry, bahwa sejumlah elemen yang mendorong AS meluncurkan aksi militer di luar kerangka PBB akan melemahkan upaya Rusia dan AS untuk menggelar konferensi perdamaian Suriah.
"Penilaian yang kami buat beradasarkan pada informasi dari sumber terpercaya dan sesuai dengan informasi itu memang pemerintah Suriah lah yang seharusnya dipersalahkan atas serangan yang yang diduga telah menggunakan snejta kimia itu," ungkap Kerry menanggapi peringatan Lavrov.
(esn)