Hizbullah tidak akan diam jika rezim Suriah dalam bahaya
Rabu, 28 Agustus 2013 - 19:12 WIB
Hizbullah tidak akan diam jika rezim Suriah dalam bahaya
A
A
A
Sindonews.com - Hizbullah telah meningkatkan kesiagaan dan menaikkan persiapan mereka setelah Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) dengan empat kapal perang yang dipersenjatai dengan rudal jelajah, telah siaga di Mediterania timur. Demikian seperti dilansir, harian Kuwait al-Rai, Rabu (28/8/2013).
Mengutip sumber pejabat tinggi Hizbullah, Kuwait al-Rai mengabarkan, Hizbullah tidak akan diam dan menonton jika sekutu mereka dalam bahaya. "Hibullah dengan cermat menindaklanjuti keputusan solo yang dibuat oleh barat tanpa disahkan oleh Dewan Keamanan PBB," sebut laporan itu.
"Kami sangat ingin tahu, apa tujuan dibalik serangan itu, untuk mendisiplinkan rezim Suriah atau malah memecahkan keseimbangan kekuasaan dengan oposisi," ungkap pejabat tinggi Hizbullah itu.
"Jika AS dan Inggris memutuskan mengintervensi Suriah dan mengubah keseimbangan kekuasaan di Suriah, maka Hizbullah menolak untuk diam saat sekutunya dalam bahaya dan melakukan perlawanan," terang pejabat tinggi Hizbullah.
Menurutnya, reaksi itu didasarkan pasa persamaan nasib Hizbullah dan rezim pemerintah Suriah.
Pejabat tinggi Hizbullah itu kemudian memperingatkan Pemerintah Libanon agar tidak menciptakan delusi dan menggartikan bahwa serangan terhadap Suriah akan mengubah stabilitas di Libanon.
Mengutip sumber pejabat tinggi Hizbullah, Kuwait al-Rai mengabarkan, Hizbullah tidak akan diam dan menonton jika sekutu mereka dalam bahaya. "Hibullah dengan cermat menindaklanjuti keputusan solo yang dibuat oleh barat tanpa disahkan oleh Dewan Keamanan PBB," sebut laporan itu.
"Kami sangat ingin tahu, apa tujuan dibalik serangan itu, untuk mendisiplinkan rezim Suriah atau malah memecahkan keseimbangan kekuasaan dengan oposisi," ungkap pejabat tinggi Hizbullah itu.
"Jika AS dan Inggris memutuskan mengintervensi Suriah dan mengubah keseimbangan kekuasaan di Suriah, maka Hizbullah menolak untuk diam saat sekutunya dalam bahaya dan melakukan perlawanan," terang pejabat tinggi Hizbullah.
Menurutnya, reaksi itu didasarkan pasa persamaan nasib Hizbullah dan rezim pemerintah Suriah.
Pejabat tinggi Hizbullah itu kemudian memperingatkan Pemerintah Libanon agar tidak menciptakan delusi dan menggartikan bahwa serangan terhadap Suriah akan mengubah stabilitas di Libanon.
(esn)