Militer AS tinggal tunggu perintah Obama untuk serang Suriah

Selasa, 27 Agustus 2013 - 23:54 WIB
Militer AS tinggal tunggu...
Militer AS tinggal tunggu perintah Obama untuk serang Suriah
A A A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel, mengatakan pada Selasa (27/8/2013), pasukannya siap untuk melancarkan serangan terhadap rezim Suriah, yang dituding telah menggunakan senjata kimia dalam perang saudara di negara itu.

Berbicara di Brunei, Hagel mengatakan, militer AS siap untuk bertindak setelah Pesiden Barack Obama memberikan perintah. "Kami siap. Kami telah pindahkan aset ke tempat strategis untuk dapat memenuhi dan mematuhi opsi apapun yang diambil presiden," kata Hagel, seperti dikutip dari AFP.

Sementara itu, Washington Post yang mengutip pejabat senior pemerintahan AS, mengatakan, tindakan tersebut mungkin akan berlangsung tidak lebih dari dua hari dan melibatkan rudal atau pesawat pembom jarak jauh, dengan sasaran gudang senjata kimia rezim Suriah.

Ancaman AS ini tidak membuat rezim Suriah gentar. Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, mengatakan, Damaskus akan mempertahankan diri terhadap setiap serangan. "Kami memiliki dua pilihan: menyerah atau mempertahankan diri dengan sarana yang kita miliki," katanya. "Pilihan kedua adalah yang terbaik, kami akan membela diri," tegasnya.

Menurut Muallem, Suriah memiliki kemampuan yang akan "mengejutkan" dunia. Ia juga memperingatkan, bahwa setiap aksi militer terhadap Suriah itu akan melayani kepentingan Israel dan al-Qaeda.

Sikap AS ini didukung oleh sekutu mereka. Sejumlah negara anggota NATO telah menyatakan perlunya tindakan serius terhadap rezim Suriah. Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji pembalasan serius jika negaranya diserang.

"Negara Israel siap untuk setiap skenario," katanya setelah berkonsultasi tentang krisis tersebut. "Kami bukan bagian dari perang sipil di Suriah, tetapi jika kami mendeteksi setiap upaya untuk menyakiti Israel, kita akan bereaksi, dan bereaksi keras."
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
42 menit yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
3 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
3 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
5 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved