Suriah bakal kooperatif dengan tim penyidik senjata kimia PBB
Minggu, 25 Agustus 2013 - 15:24 WIB
Suriah bakal kooperatif dengan tim penyidik senjata kimia PBB
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah, Walid Moualem mengatakan, Pemerintah Suriah akan mengizinkan tim penyidik senjata kimia PBB menjangkau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus .
"Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB," ungkap Moualem, seperti dilansir AFP, Minggu (25/8/2013).
Sebelumnya, seperti dilansir IRNA, Moualem telah melakukan percakapan dengan Menlu Iran, Javad Zarif lewat telepon, Sabtu (25/8/2013). Dalam kesempatan itu, Moualem menegaskan bahwa Pemerintah Suriah tidak menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus.
"Pemerintah Suriah akan bekerjasama dengan tim penyidik senjata kimia PBB menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka melakukan kunjungan ke lokasi serangan senjata kimia kelompok teroris," ungkap Moualem kepada Zarif.
Zarif mengatakan, Pemerintah Iran sangat mengutuk penggunaan senjata kimia oleh kelompok oposisi Suriah. Dia menekankan, tindakan itu harus ditentang dan tidak boleh dibiarkan.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, di hari yang sama untuk pertama kalinya mengakui, bahwa senjata kimia telah digunakan untuk membunuh orang-orang di Suriah. Menurut, Kementerian Luar Negeri Iran, bukti menunjukan bahwa senjata kimia telah digunakan oleh pemberontak yang berjuang melawan Presiden Suriah Bashar Assad.
Sebelumnya, Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
"Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB," ungkap Moualem, seperti dilansir AFP, Minggu (25/8/2013).
Sebelumnya, seperti dilansir IRNA, Moualem telah melakukan percakapan dengan Menlu Iran, Javad Zarif lewat telepon, Sabtu (25/8/2013). Dalam kesempatan itu, Moualem menegaskan bahwa Pemerintah Suriah tidak menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus.
"Pemerintah Suriah akan bekerjasama dengan tim penyidik senjata kimia PBB menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka melakukan kunjungan ke lokasi serangan senjata kimia kelompok teroris," ungkap Moualem kepada Zarif.
Zarif mengatakan, Pemerintah Iran sangat mengutuk penggunaan senjata kimia oleh kelompok oposisi Suriah. Dia menekankan, tindakan itu harus ditentang dan tidak boleh dibiarkan.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, di hari yang sama untuk pertama kalinya mengakui, bahwa senjata kimia telah digunakan untuk membunuh orang-orang di Suriah. Menurut, Kementerian Luar Negeri Iran, bukti menunjukan bahwa senjata kimia telah digunakan oleh pemberontak yang berjuang melawan Presiden Suriah Bashar Assad.
Sebelumnya, Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
(esn)