Rusia desak Pemerintah Suriah kooperatif dengan ahli kimia PBB
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 00:00 WIB
Rusia desak Pemerintah Suriah kooperatif dengan ahli kimia PBB
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mendesak Pemerintah Suriah untuk bekerja sama dengan para ahli PBB yang menyelidiki dugaan serangan senjata kimia mematikan, Jumat (23/8/2013).
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah ia mengadakan pembicaraan telepon dengan mitranya dari AS, John Kerry, menyerukan pejuang pemberontak untuk mengizinkan para inspektur PBB untuk menyelidiki daerah-daerah di mana senjata kimia diduga telah digunakan.
"Sekarang terserah kepada pihak oposisi untuk memastikan akses yang aman untuk misi ke lokasi insiden yang dituduhkan," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua. Sebelumnya, Lavrov dan Kerry telah sepakat tentang perlunya untuk "investigasi obyektif", atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
"Kepentingan bersama diungkapkan dalam penyelidikan obyektif oleh misi ahli PBB, yang saat ini berada di negara itu, sehubungan dengan laporan tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus," lanjutnya.
Pada awal pekan ini, oposisi Suriah mengatakan, bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad, yang juga sekutu Moskow, menggunakan senjata kimia di timur barat daya dari Damaskus dalam serangan yang menewaskan ratusan orang. Rezim Suriah sendiri telah menyangkal tuduhan itu.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah ia mengadakan pembicaraan telepon dengan mitranya dari AS, John Kerry, menyerukan pejuang pemberontak untuk mengizinkan para inspektur PBB untuk menyelidiki daerah-daerah di mana senjata kimia diduga telah digunakan.
"Sekarang terserah kepada pihak oposisi untuk memastikan akses yang aman untuk misi ke lokasi insiden yang dituduhkan," kata Lavrov, seperti dikutip dari Xinhua. Sebelumnya, Lavrov dan Kerry telah sepakat tentang perlunya untuk "investigasi obyektif", atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.
"Kepentingan bersama diungkapkan dalam penyelidikan obyektif oleh misi ahli PBB, yang saat ini berada di negara itu, sehubungan dengan laporan tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus," lanjutnya.
Pada awal pekan ini, oposisi Suriah mengatakan, bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad, yang juga sekutu Moskow, menggunakan senjata kimia di timur barat daya dari Damaskus dalam serangan yang menewaskan ratusan orang. Rezim Suriah sendiri telah menyangkal tuduhan itu.
(esn)