Pentagon: Hubungan militer dengan Mesir tetap dilanjutkan
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 23:01 WIB
Pentagon: Hubungan militer dengan Mesir tetap dilanjutkan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel, mengaku telah melakukan percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi. Dalam percakapan itu, Hagel menegaskan, bahwa hubungan militer dengan Mesir akan terus berlanjut, meski Presiden AS Barack Obama telah membatalkan latihan militer gabungan AS-Mesir.
Dalam sebuah pernyataan, Hagel mengatakan, ia berbicara dengan Al-Sisi untuk membahas hubungan pertahanan AS-Mesir. “Kami menegaskan, bahwa AS tetap siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk membantu mencapai perdamaian yang inklusif ke depan," ujar Hagel, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (16/8/2013).
"Departemen Pertahanan akan terus mempertahankan hubungan militer dengan Mesir," kata Hagel. "Tapi, saya akan membuat jelas, bahwa langkah-langkah kekerasan beresiko memengaruhi kerjasama pertahanan kita,” jelasnya.
Hagel meminta pemerintah Mesir untuk menahan diri dari kekerasan, menghormati kebebasan berkumpul, dan bergerak ke arah transisi politik yang inklusif. “Perkembangan terakhir, termasuk kekerasan yang telah mengakibatkan ratusan kematian di seluruh negeri, telah merusak prinsip-prinsip," lanjutnya.
Sebelumnya, Obama telah mengutuk keras langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah sementara Mesir dan pasukan keamanan. Karenanya, Obama mengumumkan bahwa militer AS tidak akan melakukan latihan perang gabungan yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.
Dalam sebuah pernyataan, Hagel mengatakan, ia berbicara dengan Al-Sisi untuk membahas hubungan pertahanan AS-Mesir. “Kami menegaskan, bahwa AS tetap siap untuk bekerja dengan semua pihak untuk membantu mencapai perdamaian yang inklusif ke depan," ujar Hagel, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (16/8/2013).
"Departemen Pertahanan akan terus mempertahankan hubungan militer dengan Mesir," kata Hagel. "Tapi, saya akan membuat jelas, bahwa langkah-langkah kekerasan beresiko memengaruhi kerjasama pertahanan kita,” jelasnya.
Hagel meminta pemerintah Mesir untuk menahan diri dari kekerasan, menghormati kebebasan berkumpul, dan bergerak ke arah transisi politik yang inklusif. “Perkembangan terakhir, termasuk kekerasan yang telah mengakibatkan ratusan kematian di seluruh negeri, telah merusak prinsip-prinsip," lanjutnya.
Sebelumnya, Obama telah mengutuk keras langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah sementara Mesir dan pasukan keamanan. Karenanya, Obama mengumumkan bahwa militer AS tidak akan melakukan latihan perang gabungan yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.
(esn)