Mesir ricuh, Venezuela tarik dubesnya

Sabtu, 17 Agustus 2013 - 12:26 WIB
Mesir ricuh, Venezuela...
Mesir ricuh, Venezuela tarik dubesnya
A A A
Sindonews.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memanggil pulang duta besarnya untuk Kairo, Jumat (17/8/2013). Hingga kemarin, aksi kekerasaan yang dilakukan oleh aparat keamanan kepada sejumlah pendukung presiden terguling Mohamed Morsi terus belanjut di Kairo dan sejumlah kota di Mesir, lebih dari seratus orang dilaporkan tewas sepanjang hari.

Maduro menyerukan Pemerintah Mesir untuk mengaktifkan kembali Morsi yang digulingkan pada 3 Juli lalu. Maduro juga mendesak Pemerintah Mesir, mengaktifkan kembali konstitusional Mesir. Dalam kesempatan itu, Maduro juga menuduh, Amerika Serikat dan Israel ikut campur dalam upaya penggulingan Morsi dan sejumlah aksi pemberontakan di sejumlah negara, termasuk Suriah.

Venezuela telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara di Timur Tengah dan memiliki hubungan kuat dengan Iran. Saat mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez menjabat, Venezuela menjalin hubungan dekat dengan mantan Presiden Libya, Moamer Kadhafi yang tewas dalam pemberontakan pada 2011 lalu

Kementerian Kesehatan Mesir dalam sebuah pernyataan sebelumnya menyatakan, sudah lebih dari 600 orang tewas sejak pasukan keamanan meluncurkan operasi pembersihan pendukung Morsi daru dua kamp utama. Aksi kekerasan itu mendorong bentrokan di tempat lain di Kairo dan kota-kota lainnya di Mesir. Tidak hanya menyerang untuk mengusir dari darat tapi serangan juga dilancarkan aparat dari udara.

Seorang pengunjuk rasa, Said Mohammed, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa banyak demonstran yang ditembak oleh orang-orang yang berada di atas helikopter. "Helikopter mulai menembaki kami saat kami berjalan. Teman saya terkena tembakan di leher dan dia meninggal," kata Mohammed.

Tindakan keras aparat Mesir ini telah memicu kecaman dari berbagi pihak di dunia. Keapala HAM PBB, Navi Pillay, telah menuntut digelarnya penyelidikan luas terhadap operasi brutal aparat keamanan Mesir saat membubarkan kamp pengungsi pendukung Morsi.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Berita Terkini
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
48 menit yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
1 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
6 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
9 jam yang lalu
Infografis
Mengapa Mesir dan Yordania...
Mengapa Mesir dan Yordania Tolak untuk Menampung Pengungsi Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved