Kerry: Presiden Palestina berkomitmen untuk berunding dengan Israel

Rabu, 14 Agustus 2013 - 03:40 WIB
Kerry: Presiden Palestina...
Kerry: Presiden Palestina berkomitmen untuk berunding dengan Israel
A A A
Sindonews.com – Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, berkomitmen untuk melakukan pembicaraan damai dengan Israel, meskipun ada isu yang belum terselesaikan, seperti pembangunan permukiman yahudi. Demikian dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, Selasa (13/8/2013).

"Saya akan berbicara dengan Presiden Abbas hari ini, dan dia berkomitmen untuk terus datang ke negosiasi. Sebab, ia percaya bahwa negosiasi akan mengatasi masalah ini," kata Kerry di Brazil, seperti dikutip dari AAP.

"Biarkan saya membuatnya jelas. Kebijakan AS sehubungan dengan semua permukiman itu adalah, bahwa pemukiman itu tidak sah," kata Kerry dalam konferensi pers setelah pembicaraan dengan timpalannya dari Brazil, Antonio Patriota.

"Tapi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan saya dan Presiden Abbas, bahwa ia akan mengumumkan beberapa tambahan (settlement) bangunan di tempat-tempat yang tidak akan mempengaruhi peta perdamaian, yang tidak akan memiliki dampak apapun pada kapasitas untuk memiliki perjanjian damai," tambahnya.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, Kerry telah mendesak Palestina untuk "tidak bereaksi negatif" terhadap pengumuman Israel, yang menyatakan akan membangun ribuan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki negara yahudi itu sejak 1967.

Sesuai rencana, putaran dua perundingan damai Palestina-Israel akan berlagsung pada Rabu (14/8/2013), di Kota Jericho, Tepi Barat. Namun, dengan adanya keputusan Pemerintah Israel yang tetap akan meneruskan pembangunan 1.200 pemukiman baru, pihak Palestina mengancam akan memboikot perundingan putaran dua ini.

"Ada diskusi dengan Presiden Mahmoud Abbas untuk tidak bergabung pada putaran kedua perundingan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/8/2013), di Kota Jericho, Tepi Barat," kata Kepala Perunding Palestina, Saeb Erekat, pada Xinhua.


(esn)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved