Penyidik senjata kimia PBB capai kesepakatan dengan Suriah
Sabtu, 27 Juli 2013 - 23:33 WIB
Penyidik senjata kimia PBB capai kesepakatan dengan Suriah
A
A
A
Sindonews.com – PBB mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Suriah soal penyelidikan atas penggunaan senjata kimia. Namun, belum diketahui, kapan penyidik PBB akan diizinkan masuk ke lokasi yang diduga menjadi tempat serangan senjata kimia.
Seperti diketahui, dua utusan PBB pergi ke Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada pertengahan pekan lalu dan mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Suriah.
"Diskusi yang menyeluruh dan produktif dan menghasilkan kesepakatan dalam perjalanan ke depan," sebut pernyataan PBB, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (27/7/2013).
Kepala tim penyidik kimia PBB, Ake Sellstrom, dan Angela Kane, perwakilan tinggi PBB untuk perlucutan senjata, telah melaporkan perkembangan yang mereka capai pada Sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Ki-moon sendiri telah menuntut akses yang luas untuk menyelidiki semua tuduhan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih dan menewaskan 100 ribu orang.
Pemerintah Suriah menegaskan, bahwa PBB hanya menyelidiki klaim bahwa pemberontak oposisi menggunakan senjata kimia di kota Khan al-Assal pada 19 Maret. Sementara PBB mengatakan, pihaknya telah menerima 13 laporan serangan senjata kimia dalam konflik di Suriah.
Seperti diketahui, dua utusan PBB pergi ke Ibu Kota Suriah, Damaskus, pada pertengahan pekan lalu dan mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Suriah.
"Diskusi yang menyeluruh dan produktif dan menghasilkan kesepakatan dalam perjalanan ke depan," sebut pernyataan PBB, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (27/7/2013).
Kepala tim penyidik kimia PBB, Ake Sellstrom, dan Angela Kane, perwakilan tinggi PBB untuk perlucutan senjata, telah melaporkan perkembangan yang mereka capai pada Sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Ki-moon sendiri telah menuntut akses yang luas untuk menyelidiki semua tuduhan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih dan menewaskan 100 ribu orang.
Pemerintah Suriah menegaskan, bahwa PBB hanya menyelidiki klaim bahwa pemberontak oposisi menggunakan senjata kimia di kota Khan al-Assal pada 19 Maret. Sementara PBB mengatakan, pihaknya telah menerima 13 laporan serangan senjata kimia dalam konflik di Suriah.
(esn)