Pekan depan, Palestina & Israel akan mulai pembicaraan damai
Selasa, 23 Juli 2013 - 01:24 WIB
Pekan depan, Palestina & Israel akan mulai pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Para pejabat Palestina dan Israel akan bertemu di Washington, Amerika Serikat (AS) pada pekan depan. Ini adalah pertemuan negosiasi langsung pertama kali pejabat dari kedua negara, sejak terhentinya perundingan damai pada 2010 silam.
Menurut sumber-sumber di Pemerintahan Palestina, langkah ini dilakukan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengumumkan, bahwa ia telah berhasil meletakkan dasar untuk melanjutkan perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Seperti dikutip dari Xinhua, Senin (22/7/2013), Saeb Erekat, Kepala Negosiator Palestina akan memimpin delegasi Palestina ke Washington, di mana mereka akan membahas dasar dari negosiasi dengan pejabat-pejabat Israel.
Menurut sumber di Pemerintahan Palestina, selama pertemuan, Erekat akan mengajukan pandangan Palestina bahwa perundingan harus didasarkan pada solusi dua negara, dengan garis perjanjian berdasar kesepakatan tahun 1967.
Erekat akan menekankan, bahwa penghentian kegiatan pembangunan permukiman yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur, di atas tanah Israel diduduki pada tahun 1967, dan melepaskan tahahan Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara Israel.
"Tanggapan Israel terhadap tuntutan Palestina dan sejauh mana kemajuan yang diharapkan setelah putaran pertama perundingan, akan membentuk suatu indikasi penting pada nasib negosiasi di tahap berikutnya," kata sumber tersebut.
Sejak Februari silam, Kerry telah enam kali mengunjungi Israel dan wilayah Palestina. Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong kedua belah pihak guna melanjutkan negosiasi.
Para pejabat Palestina mengatakan bahwa tidak ada komitmen resmi Israel pada pembekuan pembangunan pemukiman, dan bahwa Kerry hanya membuat kewajiban verbal pada kepemimpinan Palestina, bahwa ia akan menekan Israel untuk tidak meneruskan pembangunan pemukiman selama pembicaraan.
Menurut sumber-sumber di Pemerintahan Palestina, langkah ini dilakukan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengumumkan, bahwa ia telah berhasil meletakkan dasar untuk melanjutkan perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.
Seperti dikutip dari Xinhua, Senin (22/7/2013), Saeb Erekat, Kepala Negosiator Palestina akan memimpin delegasi Palestina ke Washington, di mana mereka akan membahas dasar dari negosiasi dengan pejabat-pejabat Israel.
Menurut sumber di Pemerintahan Palestina, selama pertemuan, Erekat akan mengajukan pandangan Palestina bahwa perundingan harus didasarkan pada solusi dua negara, dengan garis perjanjian berdasar kesepakatan tahun 1967.
Erekat akan menekankan, bahwa penghentian kegiatan pembangunan permukiman yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur, di atas tanah Israel diduduki pada tahun 1967, dan melepaskan tahahan Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara Israel.
"Tanggapan Israel terhadap tuntutan Palestina dan sejauh mana kemajuan yang diharapkan setelah putaran pertama perundingan, akan membentuk suatu indikasi penting pada nasib negosiasi di tahap berikutnya," kata sumber tersebut.
Sejak Februari silam, Kerry telah enam kali mengunjungi Israel dan wilayah Palestina. Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong kedua belah pihak guna melanjutkan negosiasi.
Para pejabat Palestina mengatakan bahwa tidak ada komitmen resmi Israel pada pembekuan pembangunan pemukiman, dan bahwa Kerry hanya membuat kewajiban verbal pada kepemimpinan Palestina, bahwa ia akan menekan Israel untuk tidak meneruskan pembangunan pemukiman selama pembicaraan.
(esn)