ISAF berkomitmen tetap dukung Afghanistan
Senin, 15 Juli 2013 - 22:40 WIB
ISAF berkomitmen tetap dukung Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO (ISAF), berkomitmen untuk tetap mendukung pemulihan keamanan di Afghanistan. Demikian dinyatakan Juru Bicara Afghanistan, Jenderal Heinz Feldmann, Senin (15/7/2013).
"ISAF tetap berkomitmen untuk mendukung mitra Afghanistan kami selama waktu transisi, dari tanggung jawab utama untuk operasi keamanan ke tanggung jawab penuh di seluruh negeri pada akhir 2014," jelas Feldmann wartawan pada konferensi pers, seperti dikutip dari Xinhua.
Sejak 18 Juni silam, Angkatan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) telah memainkan peran utama dalam operasi keamanan di negara itu. Sedangkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan ISAF pimpinan NATO, sebatas memberikan dukungan.
"Berdasarkan dasar hukum yang kuat, NATO dan negara-negara lainnya akan terus menunjukan komitmen mereka bagi Afghanistan dan warga Afghanistan di bawah misi baru yang disebut Dukungan Resolute. Ini akan menjadi misi non-tempur dan misi secara signifikan yang lebih kecil," katanya.
Transisi tanggung jawab keamanan dari NATO dan pasukan AS ke pasukan Afghanistan dimulai pada Juli 2011 dan berlangsung sampai 2014. Tentara dan polisi Afghanistan telah mengambil kontrol penuh dari daerah-daerah, di mana lebih dari 90 persennya dihuni oleh 30 juta warga Afghanistan.
"ISAF tetap berkomitmen untuk mendukung mitra Afghanistan kami selama waktu transisi, dari tanggung jawab utama untuk operasi keamanan ke tanggung jawab penuh di seluruh negeri pada akhir 2014," jelas Feldmann wartawan pada konferensi pers, seperti dikutip dari Xinhua.
Sejak 18 Juni silam, Angkatan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) telah memainkan peran utama dalam operasi keamanan di negara itu. Sedangkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan ISAF pimpinan NATO, sebatas memberikan dukungan.
"Berdasarkan dasar hukum yang kuat, NATO dan negara-negara lainnya akan terus menunjukan komitmen mereka bagi Afghanistan dan warga Afghanistan di bawah misi baru yang disebut Dukungan Resolute. Ini akan menjadi misi non-tempur dan misi secara signifikan yang lebih kecil," katanya.
Transisi tanggung jawab keamanan dari NATO dan pasukan AS ke pasukan Afghanistan dimulai pada Juli 2011 dan berlangsung sampai 2014. Tentara dan polisi Afghanistan telah mengambil kontrol penuh dari daerah-daerah, di mana lebih dari 90 persennya dihuni oleh 30 juta warga Afghanistan.
(esn)