Negara Amerika Latin marah jadi target mata-mata AS
Kamis, 11 Juli 2013 - 11:55 WIB
Negara Amerika Latin marah jadi target mata-mata AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah sejumlah negara Amerika Latin mulai marah, setelah mengetahui laporan bahwa sejumlah negara itu menjadi target program mata-mata AS. Mereka mendesak AS untuk menjawab tuduhan yang disebarkan oleh whistleblower NSA, Edward Snowden.
Kolombia, yang merupakan sekutu militer terdekat Washington di Amerika Latin, juga ikut bergabung untuk mendesak AS menjelasan program surveilans-nya itu. Dari bocoran Snowden, lalu Lintas internet di sebagian besar negara di kawasan Amerika Latin telah disadap AS.
”Jika laporan itu benar, hal itu benar-benar tidak dapa diterima,” ujar Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, dikutip Reuters, Kamis (11/7/2013).
Sebuah surat kabar terkemuka di Brazil menulis laporan, bahwa NSA, AS menjadikan negara-negara Amerika Latin sebagai target penyadapan lalu lintas internet. Laporan media itu mengutip bocoran Edward Snowden.
Para senator Brazil juga marah karena negaraya juga masuk dalam target mata-mata AS. Presiden Dilma Rousseff yang berencana ke Washington pada Oktober 2013 nanti untuk pembelian pesawat jet tempur senilai miliaran dolar AS didesak untuk meninjau ulang rencana itu.
Dubes AS untuk Brazil, Thomas Shannon, pada Selasa lalu, mengakui, jika AS mengumpulkan metadata pada lalu lintas e-mail. Tapi, ia mengklaim AS tidak mengakes isi pesan e-mail tersebut.
Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, mengatakan, jika laporan itu benar, maka harus ada hukuman. ”Kita akan menjadi sangat tegas. AS harus menghormati kedaulatan Amerika Latin dan ketika tuduhan mata-mata ditemukan, maka harus dihukum,” ujar Timerman, dalam wawancaranya dengan Radio del Plata.
Kolombia, yang merupakan sekutu militer terdekat Washington di Amerika Latin, juga ikut bergabung untuk mendesak AS menjelasan program surveilans-nya itu. Dari bocoran Snowden, lalu Lintas internet di sebagian besar negara di kawasan Amerika Latin telah disadap AS.
”Jika laporan itu benar, hal itu benar-benar tidak dapa diterima,” ujar Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, dikutip Reuters, Kamis (11/7/2013).
Sebuah surat kabar terkemuka di Brazil menulis laporan, bahwa NSA, AS menjadikan negara-negara Amerika Latin sebagai target penyadapan lalu lintas internet. Laporan media itu mengutip bocoran Edward Snowden.
Para senator Brazil juga marah karena negaraya juga masuk dalam target mata-mata AS. Presiden Dilma Rousseff yang berencana ke Washington pada Oktober 2013 nanti untuk pembelian pesawat jet tempur senilai miliaran dolar AS didesak untuk meninjau ulang rencana itu.
Dubes AS untuk Brazil, Thomas Shannon, pada Selasa lalu, mengakui, jika AS mengumpulkan metadata pada lalu lintas e-mail. Tapi, ia mengklaim AS tidak mengakes isi pesan e-mail tersebut.
Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, mengatakan, jika laporan itu benar, maka harus ada hukuman. ”Kita akan menjadi sangat tegas. AS harus menghormati kedaulatan Amerika Latin dan ketika tuduhan mata-mata ditemukan, maka harus dihukum,” ujar Timerman, dalam wawancaranya dengan Radio del Plata.
(esn)