Delegasi UEA tiba di Kairo untuk bertemu pejabat Mesir
Selasa, 09 Juli 2013 - 22:54 WIB
Delegasi UEA tiba di Kairo untuk bertemu pejabat Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah delegasi tingkat tinggi dari Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Kota Kairo, Mesir, pada Selasa (9/7/2013) untuk mengadakan pembicaraan "penting" dengan para pejabat Mesir. Demikian dilaporkan kantor berita MENA.
Dipimpin oleh Penasehat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Hazaa bin Zayed al-Nuhyyan, delegasi beranggotakan beberapa personel dari Kementerian Luar Negeri, Pembangunan dan Kerjasama Internasional, serta Energi dan Keuangan.
UEA adalah salah satu negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Mesir, setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi pada pertengahan pekan lalu. "Delegasi ini berada di sini (Kairo) untuk menegaskan kembali dukungan penuh pada Mesir di saat kritis ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Abddel-Ati.
Delegasi UEA ini dijadwalkan bertemu dengan Presiden interim Mesir, Adli Mansour, Menteri Pertahanan Abdel-Fattah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Mohamed Kamel Amr.
Pengamat ekonomi percaya, bahwa UEA akan memainkan peran penting dalam era pasca lengsernya Morsi, dengan memperluas bantuan keuangan guna menyelamatkan perekonomian Mesir yang sedang sakit.
Dipimpin oleh Penasehat Keamanan Nasional UEA, Sheikh Hazaa bin Zayed al-Nuhyyan, delegasi beranggotakan beberapa personel dari Kementerian Luar Negeri, Pembangunan dan Kerjasama Internasional, serta Energi dan Keuangan.
UEA adalah salah satu negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Mesir, setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi pada pertengahan pekan lalu. "Delegasi ini berada di sini (Kairo) untuk menegaskan kembali dukungan penuh pada Mesir di saat kritis ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Abddel-Ati.
Delegasi UEA ini dijadwalkan bertemu dengan Presiden interim Mesir, Adli Mansour, Menteri Pertahanan Abdel-Fattah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Mohamed Kamel Amr.
Pengamat ekonomi percaya, bahwa UEA akan memainkan peran penting dalam era pasca lengsernya Morsi, dengan memperluas bantuan keuangan guna menyelamatkan perekonomian Mesir yang sedang sakit.
(esn)