Dua wartawan Turki ditahan di Mesir
Selasa, 09 Juli 2013 - 22:49 WIB
Dua wartawan Turki ditahan di Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Dua wartawan Turki ditahan oleh tentara Mesir di Kota Kairo. Demikian dilaporkan harian Turki, Today Zaman, Selasa (9/7/2013). “Reporter Murat Uslu dan juru kamera Karakas Zafer ditahan oleh tentara Mesir di Kairo,” ujar Nazli Oztarhan, koordinator berita televisi swasta, Star TV.
"Kedutaan Besar Turki di Mesir telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Mesir dan otoritas militer. Kami ingin mereka segera dibebaskan," tulis Oztarhan di akun Twitter-nya.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengutuk bentrokan yang terjadi saat pendukung Morsi tengah berdemonstrasi di luar markas Garda Republik, di Kota Kairo. Akibat bentrokan ini, 51 pendukung presiden terguling Mohamed Morsi dilaporkan dibunuh oleh pasukan keamanan.
Menteri urusan Uni Eropa Turki, Egemen Bagis, telah mengkritik Uni Eropa (UE) karena sikapnya terhadap "kudeta militer" di Mesir. Selain UE, Amerika Serikat (AS) juga belum bersikap atas kudeta yang dilakukan militer ini. AS bahkan belum menyatakan tindakan militer Turki ini sebagai sebuah kudeta.
Morsi digulingkan oleh tentara Mesir pada pertengahan pekan lalu, setelah jutaan pengunjuk rasa menuntut pengunduran dirinya, satu tahun setelah Morsi dipilih melalui proses pemilihan umum. Namun, pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Muslim, tak bisa menerima hal ini dan terus melakukan aksi protes massal.
"Kedutaan Besar Turki di Mesir telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Mesir dan otoritas militer. Kami ingin mereka segera dibebaskan," tulis Oztarhan di akun Twitter-nya.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengutuk bentrokan yang terjadi saat pendukung Morsi tengah berdemonstrasi di luar markas Garda Republik, di Kota Kairo. Akibat bentrokan ini, 51 pendukung presiden terguling Mohamed Morsi dilaporkan dibunuh oleh pasukan keamanan.
Menteri urusan Uni Eropa Turki, Egemen Bagis, telah mengkritik Uni Eropa (UE) karena sikapnya terhadap "kudeta militer" di Mesir. Selain UE, Amerika Serikat (AS) juga belum bersikap atas kudeta yang dilakukan militer ini. AS bahkan belum menyatakan tindakan militer Turki ini sebagai sebuah kudeta.
Morsi digulingkan oleh tentara Mesir pada pertengahan pekan lalu, setelah jutaan pengunjuk rasa menuntut pengunduran dirinya, satu tahun setelah Morsi dipilih melalui proses pemilihan umum. Namun, pendukung Morsi yang berasal dari kalangan Muslim, tak bisa menerima hal ini dan terus melakukan aksi protes massal.
(esn)