PM Pakistan: Hubungan dengan China lebih manis dari madu
Sabtu, 06 Juli 2013 - 02:23 WIB
PM Pakistan: Hubungan dengan China lebih manis dari madu
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, pada Jumat (5/7/2013), mengatakan kepada rekannya dari China, Li Keqiang, bahwa hubungan China dengan Pakistan "lebih manis daripada madu". Pernyataan ini diungkapkan Sharif dalam kunjungan ke Beijing, China.
"Hubungan ini mengingatkan saya pada pepatah, persahabatan kami lebih tinggi dari Himalaya dan lebih dalam dari laut terdalam di dunia, dan lebih manis dari madu," kata Sharif di Balai Besar Rakyat, Beijing, seperti dikutip dari Xinhua.
Pakistan dan China adalah sekutu dekat diplomatik dan militer. Sharif, dalam perjalanan ke luar negeri pertamanya sejak dilantik sebagai Perdana Menteri Pakistan, tengah berupaya untuk mengamankan proyek-proyek infrastruktur guna mengatasi krisis energi kronis dan kelesuan ekonomi di negaranya.
"Saya sangat menghargai kehangatan yang besar dan kasih sayang yang mendalam bagi orang-orang China," ujar Keqiang. Perdana Menteri China adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Pakistan, setelah kemenangan Sharif dalam pemilu Mei silam.
Beijing telah terlibat dalam proyek pembangunan Jalan Raya Karakoram, sebagai bagian dari koridor ekonomi yang diusulkan antara kedua negara. Awal tahun ini, China menguasai pelabuhan Gwadar Pakistan yang memberikan akses ke Laut Arab dan Selat Hormuz, sebuah pintu gerbang untuk sepertiga dari diperdagangkan minyak dunia.
"Hubungan ini mengingatkan saya pada pepatah, persahabatan kami lebih tinggi dari Himalaya dan lebih dalam dari laut terdalam di dunia, dan lebih manis dari madu," kata Sharif di Balai Besar Rakyat, Beijing, seperti dikutip dari Xinhua.
Pakistan dan China adalah sekutu dekat diplomatik dan militer. Sharif, dalam perjalanan ke luar negeri pertamanya sejak dilantik sebagai Perdana Menteri Pakistan, tengah berupaya untuk mengamankan proyek-proyek infrastruktur guna mengatasi krisis energi kronis dan kelesuan ekonomi di negaranya.
"Saya sangat menghargai kehangatan yang besar dan kasih sayang yang mendalam bagi orang-orang China," ujar Keqiang. Perdana Menteri China adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Pakistan, setelah kemenangan Sharif dalam pemilu Mei silam.
Beijing telah terlibat dalam proyek pembangunan Jalan Raya Karakoram, sebagai bagian dari koridor ekonomi yang diusulkan antara kedua negara. Awal tahun ini, China menguasai pelabuhan Gwadar Pakistan yang memberikan akses ke Laut Arab dan Selat Hormuz, sebuah pintu gerbang untuk sepertiga dari diperdagangkan minyak dunia.
(esn)