Rusia desak kekuatan politik di Mesir untuk menahan diri
Kamis, 04 Juli 2013 - 22:12 WIB
Rusia desak kekuatan politik di Mesir untuk menahan diri
A
A
A
Sindonews.com – Rusia menyerukan semua kekuatan politik di Mesir untuk menahan diri dan menghindari kekerasan. Seruan ini dikeluarkan, setelah terjadinya kudeta atas kekuasaan Presiden Mohamed Morsi oleh militer negara itu.
"Kami merasa penting, bahwa semua kekuatan politik di Mesir harus menahan diri dan akan dipandu oleh kepentingan nasional dalam tindakan mereka," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Kamis (4/7/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Menurut pernyataan itu, menjadi hal yang mendesak untuk mengkonfirmasi niat pihak-pihak di Mesir untuk menyelesaikan masalah politik dan sosial ekonomi dalam kerangka demokrasi tanpa kekerasan.
Kementerian juga merekomendasikan warga Rusia di Mesir untuk menjauh dari daerah protes massa dan ketegangan sosial. Badan Federal Pariwisata Rusia (Rostourism) akan mengirim perwakilannya ke Mesir untuk menilai situasi di negara itu, sebut laporan kantor berita Itar-Tass.
"Kita akan melihat situasi yang berubah dengan cepat," kata Kepala Badan Federal Pariwisata Rusia, Alexander Radkov.
Pada Rabu (3/7/2013) malam, militer Mesir mengkudeta kekuasaan Morsi dan menyerahkan kekuasaan pada Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adli Mansour. Ia dilantik sebagai presiden sementara Mesir, sampai digelarnya pemilihan umum di negara itu.
"Kami merasa penting, bahwa semua kekuatan politik di Mesir harus menahan diri dan akan dipandu oleh kepentingan nasional dalam tindakan mereka," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Kamis (4/7/2013), seperti dikutip dari Xinhua.
Menurut pernyataan itu, menjadi hal yang mendesak untuk mengkonfirmasi niat pihak-pihak di Mesir untuk menyelesaikan masalah politik dan sosial ekonomi dalam kerangka demokrasi tanpa kekerasan.
Kementerian juga merekomendasikan warga Rusia di Mesir untuk menjauh dari daerah protes massa dan ketegangan sosial. Badan Federal Pariwisata Rusia (Rostourism) akan mengirim perwakilannya ke Mesir untuk menilai situasi di negara itu, sebut laporan kantor berita Itar-Tass.
"Kita akan melihat situasi yang berubah dengan cepat," kata Kepala Badan Federal Pariwisata Rusia, Alexander Radkov.
Pada Rabu (3/7/2013) malam, militer Mesir mengkudeta kekuasaan Morsi dan menyerahkan kekuasaan pada Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adli Mansour. Ia dilantik sebagai presiden sementara Mesir, sampai digelarnya pemilihan umum di negara itu.
(esn)