Rusia & Irak berupaya tingkatkan kerjasama
Rabu, 03 Juli 2013 - 02:28 WIB
Rusia & Irak berupaya tingkatkan kerjasama
A
A
A
Sindonews.com – Rusia dan Irak perlu melakukan upaya lebih untuk meningkatkan hubungan kedua negara, selain tren positif yang sedang berlangsung. Demikian ditegaskan pemimpin kedua negara, Selasa (2/7/2013).
“Perdagangan bilateral telah tumbuh tiga kali lipat sejak 2011,” kata Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, setelah bertemu dengan sejawatnya dari Irak, PM Nouri al-Maliki pada pembahasan teknis kerjasama energi dan militer.
Menurut al-Maliki, Baghdad telah melihat ke depan untuk menandatangani kontrak baru dengan Moskow soal pasokan senjata dan pengembangan deposit gas. "Terlepas dari kenyataan bahwa kita juga membeli senjata dari negara-negara lain, kita lebih suka senjata buatan Rusia," kata al-Maliki, seperti dilaporkan Interfax.
Tahun lalu, Irak menandatangani kesepakatan pembelian senjata dengan Rusia senilai USD4,2 miliar dan pada September Rusia akan mulai pengiriman Mi-28 helikopter ke Irak, sebagai bagian dari kontrak ini.
Al-Maliki juga mengundang perusahaan gas Rusia untuk berpartisipasi dalam eksplorasi deposit gas di negaranya. "Daerah ini terbuka lebar untuk investasi," katanya. Ia menambahkan, kedua belah pihak perlu melakukan upaya bersama untuk mencapai tujuan kerja sama mereka.
“Perdagangan bilateral telah tumbuh tiga kali lipat sejak 2011,” kata Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, setelah bertemu dengan sejawatnya dari Irak, PM Nouri al-Maliki pada pembahasan teknis kerjasama energi dan militer.
Menurut al-Maliki, Baghdad telah melihat ke depan untuk menandatangani kontrak baru dengan Moskow soal pasokan senjata dan pengembangan deposit gas. "Terlepas dari kenyataan bahwa kita juga membeli senjata dari negara-negara lain, kita lebih suka senjata buatan Rusia," kata al-Maliki, seperti dilaporkan Interfax.
Tahun lalu, Irak menandatangani kesepakatan pembelian senjata dengan Rusia senilai USD4,2 miliar dan pada September Rusia akan mulai pengiriman Mi-28 helikopter ke Irak, sebagai bagian dari kontrak ini.
Al-Maliki juga mengundang perusahaan gas Rusia untuk berpartisipasi dalam eksplorasi deposit gas di negaranya. "Daerah ini terbuka lebar untuk investasi," katanya. Ia menambahkan, kedua belah pihak perlu melakukan upaya bersama untuk mencapai tujuan kerja sama mereka.
(esn)