AS & Rusia capai kemajuan soal konferensi damai Suriah
Selasa, 02 Juli 2013 - 23:30 WIB
AS & Rusia capai kemajuan soal konferensi damai Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar (Menlu) Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mengatakan pada Selasa (2/7/2013), bahwa ia dan Menlu Rusia, Sergei Lavrov telah membuat kemajuan pada rencana untuk mengadakan konferensi perdamaian Suriah.
Menurut Kerry, kedua negara sepakat, bahwa konferensi itu harus segera diadakan. "Masih ada hal-hal yang harus dikerjakan selama hari-hari berikutnya. Namun, Menlu Lavrov dan saya merasa, bahwa pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat bermanfaat, itu konstruktif dan produktif," kata Kerry.
Kerry menyampaikan pernyataan itu di Brunei, saat ia menghadiri pertemuan keamanan regional Asia-Pasifik. "Kami persempit beberapa pilihan, sehubungan dengan potensi konferensi itu. Kami berdua sepakat, bahwa konferensi itu harus terjadi lebih cepat," kata Kerry. Ia menambahkan, bahwa konferensi itu kemungkinan akan berlangsung setelah Agustus.
Washington dan Moskow mengumumkan rencana untuk konferensi perdamaian di Suriah pada Mei silam. Namun, berbagai halangan muncul. Di antaranya perbedaan sikap antara AS dan Rusia dalam perang saudara di Suriah. AS mendukung kaum pemberontak, sedangkan Rusia menyokong rezim Presiden Bashar al-Assad.
Bulan lalu, pemerintahan Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk memasok bantuan militer kepada pemberontak yang melawan Assad. Sementara Moskow mengaku akan menyepakati kontrak penjualan peralatan militer ke Pemerintah Suriah.
Menurut Kerry, kedua negara sepakat, bahwa konferensi itu harus segera diadakan. "Masih ada hal-hal yang harus dikerjakan selama hari-hari berikutnya. Namun, Menlu Lavrov dan saya merasa, bahwa pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat bermanfaat, itu konstruktif dan produktif," kata Kerry.
Kerry menyampaikan pernyataan itu di Brunei, saat ia menghadiri pertemuan keamanan regional Asia-Pasifik. "Kami persempit beberapa pilihan, sehubungan dengan potensi konferensi itu. Kami berdua sepakat, bahwa konferensi itu harus terjadi lebih cepat," kata Kerry. Ia menambahkan, bahwa konferensi itu kemungkinan akan berlangsung setelah Agustus.
Washington dan Moskow mengumumkan rencana untuk konferensi perdamaian di Suriah pada Mei silam. Namun, berbagai halangan muncul. Di antaranya perbedaan sikap antara AS dan Rusia dalam perang saudara di Suriah. AS mendukung kaum pemberontak, sedangkan Rusia menyokong rezim Presiden Bashar al-Assad.
Bulan lalu, pemerintahan Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk memasok bantuan militer kepada pemberontak yang melawan Assad. Sementara Moskow mengaku akan menyepakati kontrak penjualan peralatan militer ke Pemerintah Suriah.
(esn)