Pemberontak Suriah lakukan perlawanan sengit di Homs
Senin, 01 Juli 2013 - 17:58 WIB
Pemberontak Suriah lakukan perlawanan sengit di Homs
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan yang setia padaPresiden Suriah Bashar al-Assad meluncurkan serangan besar-besaran untuk menekan tentara pemberontak di Kota Homs, sejak tiga hari yang lalu. Namun, sampai detik ini mereka gagal membuat kemajuan.
Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, hingga hari ini pertempuran sengit antara pemberontak dan tentara Suriah yang didukung pejuang Hizabullah dari Libanon terus berlangsung.
"Sampai hari ini, tentara Suriah tidak kunjung membuat kemajuan. Mereka belum mampu merebut kembali Homs dari tangan pemberontak," ungkap Rahman.
Hari ini, tentara Pemerintah Suriah menembaki Kota Khaldiyeh dan Kota Tua. Sejak kemarin tercatat sudah 32 tentara Suriah tewas. "Kami membenarkan, bahwa tentara Suriah ambil bagian dalam pertempuran di Khaldiyeh dan mereka menjadikan wilayah Zahraa, wilayah terdekat sebagai basis mereka," ungkap Rahman.
Yazan, seorang aktifis mengatakan, militer mencoba meerbut Kota Homs dengan meluncurkan serangan dari empat sisi. Tapi, mereka tidak kunjung membuat kemajuan. Tentara Pemerintah Suriah terus melakukan penembakan dengan menggunakan pelontar mortir, roket, peluru tank, dan artileri berat untuk menyerang pemberontak.
"Baku tembak ini memaksa kami tinggal di pemukiman selama berbulan-bulan," imbuh Yazan. Para aktivis menjuluki Homs dengan sebutan Ibu Kota Revolusi. Wilayah itu memiliki artian penting, sebab kota tersebut menghubungkan Damaskus dengan wilayah pantai.
Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, hingga hari ini pertempuran sengit antara pemberontak dan tentara Suriah yang didukung pejuang Hizabullah dari Libanon terus berlangsung.
"Sampai hari ini, tentara Suriah tidak kunjung membuat kemajuan. Mereka belum mampu merebut kembali Homs dari tangan pemberontak," ungkap Rahman.
Hari ini, tentara Pemerintah Suriah menembaki Kota Khaldiyeh dan Kota Tua. Sejak kemarin tercatat sudah 32 tentara Suriah tewas. "Kami membenarkan, bahwa tentara Suriah ambil bagian dalam pertempuran di Khaldiyeh dan mereka menjadikan wilayah Zahraa, wilayah terdekat sebagai basis mereka," ungkap Rahman.
Yazan, seorang aktifis mengatakan, militer mencoba meerbut Kota Homs dengan meluncurkan serangan dari empat sisi. Tapi, mereka tidak kunjung membuat kemajuan. Tentara Pemerintah Suriah terus melakukan penembakan dengan menggunakan pelontar mortir, roket, peluru tank, dan artileri berat untuk menyerang pemberontak.
"Baku tembak ini memaksa kami tinggal di pemukiman selama berbulan-bulan," imbuh Yazan. Para aktivis menjuluki Homs dengan sebutan Ibu Kota Revolusi. Wilayah itu memiliki artian penting, sebab kota tersebut menghubungkan Damaskus dengan wilayah pantai.
(esn)