Menlu AS: Ada kemajuan dalam pembicaraan perdamaian Timur Tengah
Minggu, 30 Juni 2013 - 21:48 WIB
Menlu AS: Ada kemajuan dalam pembicaraan perdamaian Timur Tengah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan pada Minggu (30/6/2013), bahwa ada kemajuan yang dibuat dalam upaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai antara Israel dan Palestina.
Meski begitu, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas di Ramallah, Kerry mengatakan kepada wartawan, bahwa ada beberapa hal yang perlu terlebih dahulu harus diselesaikan untuk mencapai kemajuan.
Dia berjanji untuk mengungkapkan lebih banyak hal tentang apa saja yang telah dicapai untuk memulai kembali perundingan damai Israel-Palestina. Kerry sendiri telah berada di wilayah Timur Tengah sejak Kamis (27/6/2013), untuk berdiplomasi dengan para pemimpin Palestina dan Israel.
Negosiasi antara Israel dan Palestina berhenti pada 2010, karena dipicu oleh sengketa pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, lokasi yang dikliam Palestina sebagai Ibu Kota mereka.
Saeb Erekat, Kepala negosiator Palestina mengatakan, pertemuan Kerry dengan Abbas adalah "positif dan menyeluruh." Dia mengatakan, bahwa Palestina bekerjasama positif dengan Kerry. Ia menuduh Israel "menempatkan rintangan di jalan damai."
Erekat merujuk pada rencana Israel untuk membangun 930 rumah baru di sebuah permukiman di wilayah Yerusalem Timur. "Kami tidak memiliki kondisi untuk melanjutkan negosiasi," kata Erekat. "Ketika kami menyerukan prinsip solusi dua-negara, menghentikan pemukiman dan melepaskan para tahanan, kita berbicara tentang komitmen Israel, bukan kondisi Palestina," tegas Erekat, seperti dikutip dari Xinhua.
Meski begitu, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas di Ramallah, Kerry mengatakan kepada wartawan, bahwa ada beberapa hal yang perlu terlebih dahulu harus diselesaikan untuk mencapai kemajuan.
Dia berjanji untuk mengungkapkan lebih banyak hal tentang apa saja yang telah dicapai untuk memulai kembali perundingan damai Israel-Palestina. Kerry sendiri telah berada di wilayah Timur Tengah sejak Kamis (27/6/2013), untuk berdiplomasi dengan para pemimpin Palestina dan Israel.
Negosiasi antara Israel dan Palestina berhenti pada 2010, karena dipicu oleh sengketa pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur, lokasi yang dikliam Palestina sebagai Ibu Kota mereka.
Saeb Erekat, Kepala negosiator Palestina mengatakan, pertemuan Kerry dengan Abbas adalah "positif dan menyeluruh." Dia mengatakan, bahwa Palestina bekerjasama positif dengan Kerry. Ia menuduh Israel "menempatkan rintangan di jalan damai."
Erekat merujuk pada rencana Israel untuk membangun 930 rumah baru di sebuah permukiman di wilayah Yerusalem Timur. "Kami tidak memiliki kondisi untuk melanjutkan negosiasi," kata Erekat. "Ketika kami menyerukan prinsip solusi dua-negara, menghentikan pemukiman dan melepaskan para tahanan, kita berbicara tentang komitmen Israel, bukan kondisi Palestina," tegas Erekat, seperti dikutip dari Xinhua.
(esn)