Bahas perdamaian, Menlu AS berbincang 4 jam dengan PM Israel
Jum'at, 28 Juni 2013 - 16:27 WIB
Bahas perdamaian, Menlu AS berbincang 4 jam dengan PM Israel
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry bertemu selama hampir empat jam dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Jumat (28/6/2013) pagi. Pertemuan ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian di Timur Tengah.
Semua pihak berhati-hati dalam pernyataan publik mereka. Namun, seorang pejabat AS mengatakan, bahwa Netanyahu dan Kerry telah melakukan pembicaraan yang "produktif, mendalam, dan luas" selama pertemuan itu.
“Kerry menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan berkelanjutan untuk bekerja sama dengan semua pihak guna mencapai solusi dua negara, hidup saling berdampingan dengan perdamaian, dan keamanan," kata seorang pejabat AS pada kondisi anonimitas, seperti dikutip dari AFP.
Kerry berusaha untuk memecahkan kebuntuan tiga tahun dan kembali menghidupkan negosiasi langsung, yang pada akhirnya akan mengarah pada terciptanya negara Palestina yang merdeka. Sementara Netanyahu sebelumnya menyatakan, bahwa keamanan adalah "kondisi dasar" untuk terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
"Perdamaian bertumpu pada keamanan. Hal ini tidak didasarkan pada niat baik atau legitimasi seperti yang dipikirkan. Hal ini didasarkan, pertama dan terutama, pada kemampuan kita untuk membela diri," kata Netanyahu.
Sebelumnya, Netanyahu memiliki hubungan yang tegang dengan Presiden AS Barack Obama pada masa jabatan pertama Obama. Tapi, seorang menteri Israel mengatakan, Netanyahu semakin melihat kepentingan strategis untuk melanjutkan perundingan perdamaian dengan Palestina.
Semua pihak berhati-hati dalam pernyataan publik mereka. Namun, seorang pejabat AS mengatakan, bahwa Netanyahu dan Kerry telah melakukan pembicaraan yang "produktif, mendalam, dan luas" selama pertemuan itu.
“Kerry menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan berkelanjutan untuk bekerja sama dengan semua pihak guna mencapai solusi dua negara, hidup saling berdampingan dengan perdamaian, dan keamanan," kata seorang pejabat AS pada kondisi anonimitas, seperti dikutip dari AFP.
Kerry berusaha untuk memecahkan kebuntuan tiga tahun dan kembali menghidupkan negosiasi langsung, yang pada akhirnya akan mengarah pada terciptanya negara Palestina yang merdeka. Sementara Netanyahu sebelumnya menyatakan, bahwa keamanan adalah "kondisi dasar" untuk terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
"Perdamaian bertumpu pada keamanan. Hal ini tidak didasarkan pada niat baik atau legitimasi seperti yang dipikirkan. Hal ini didasarkan, pertama dan terutama, pada kemampuan kita untuk membela diri," kata Netanyahu.
Sebelumnya, Netanyahu memiliki hubungan yang tegang dengan Presiden AS Barack Obama pada masa jabatan pertama Obama. Tapi, seorang menteri Israel mengatakan, Netanyahu semakin melihat kepentingan strategis untuk melanjutkan perundingan perdamaian dengan Palestina.
(esn)