Sekitar 600 warga Rusia & Eropa gabung dengan pemberontak Suriah
Sabtu, 22 Juni 2013 - 04:32 WIB
Sekitar 600 warga Rusia & Eropa gabung dengan pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sekitar 600 warga Rusia dan Eropa dilaporkan berjuang bersama pemberontak Suriah untuk meruntuhkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Demikian dinyatakan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, Jumat (21/6/2013).
"Setidaknya 600 orang yang berasal dari Rusia dan Eropa, berjuang di sisi oposisi Suriah," kata Putin di Forum Ekonomi Saint Petersburg, seperti dikutip dari RIA Novosti. Pernyataan ini adalah peringatan bagi pihak yang ingin mempersenjatai kaum pemberontak Suriah.
"Jadi, mengapa memberikan senjata kepada kelompok-kelompok bersenjata ilegal di Suriah, jika kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa mereka dan di mana senjata-senjata ini akan berakhir?” ujar Putin.
Akhir Mei lalu, Uni Eropa sepakat untuk mencabut embargo senjata Suriah agar bisa menyuplai senjata bagi kaum pemberontak. Sementara Amerika Serikat juga telah menyatakan akan memberikan dukungan senjata bagi oposisi Suriah.
Putin juga memperingatkan akan terjadinya kekosongan politik di Suriah, jika Presiden Assad jatuh. "Siapa yang akan mengisi kekosongan ini? Apakah organisasi teroris?" lanjut Putin. Menurutnya, hanya warga Suriah yang harus memutuskan nasib Assad.
Selama ini, Moskow adalah pendukung setia rezim Assad. Putin juga telah menegaskan, bahwa Rusia tetap akan mengirim senjata bagi Pemerintah Suriah, sesuai dengan kesepakatan yang telah dijalin sebelumnya.
"Setidaknya 600 orang yang berasal dari Rusia dan Eropa, berjuang di sisi oposisi Suriah," kata Putin di Forum Ekonomi Saint Petersburg, seperti dikutip dari RIA Novosti. Pernyataan ini adalah peringatan bagi pihak yang ingin mempersenjatai kaum pemberontak Suriah.
"Jadi, mengapa memberikan senjata kepada kelompok-kelompok bersenjata ilegal di Suriah, jika kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa mereka dan di mana senjata-senjata ini akan berakhir?” ujar Putin.
Akhir Mei lalu, Uni Eropa sepakat untuk mencabut embargo senjata Suriah agar bisa menyuplai senjata bagi kaum pemberontak. Sementara Amerika Serikat juga telah menyatakan akan memberikan dukungan senjata bagi oposisi Suriah.
Putin juga memperingatkan akan terjadinya kekosongan politik di Suriah, jika Presiden Assad jatuh. "Siapa yang akan mengisi kekosongan ini? Apakah organisasi teroris?" lanjut Putin. Menurutnya, hanya warga Suriah yang harus memutuskan nasib Assad.
Selama ini, Moskow adalah pendukung setia rezim Assad. Putin juga telah menegaskan, bahwa Rusia tetap akan mengirim senjata bagi Pemerintah Suriah, sesuai dengan kesepakatan yang telah dijalin sebelumnya.
(esn)