Korban tewas banjir di India bertambah jadi 207 orang
Jum'at, 21 Juni 2013 - 20:12 WIB
Korban tewas banjir di India bertambah jadi 207 orang
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri Sushil Kumar Shinde mengatakan, jumlah korban tewas akibat banjir di negara bagian Uttarakhand yang melanda wilayah India utara sejak akhir pekan lalu, bertambah jadi 207 orang, Jumat (21/6/2013).
"Hingga hari ini, pemerintah telah berhasil mengungsikan lebih dari 34 ribu warga. Namun, sebanyak 49 hingga 50 ribu warga masih terjebak di Uttarakhand. Sampai saat ini, pemerintah masih menggelar upaya penyelamatan para korban banjir di Uttarakhand," ungkap Shinde kepada sejumlah wartawan di Ibu Kota negara bagian Uttarakhand, Dehradun.
Shinde, yang baru saja melakukan pertemuan darurat dengan sejumlah petugas penanganan bencana mengatakan, jumlah korban tewas mungkin saja dapat terus bertambah.
Hujan lebat mengguyur negara bagian Uttarakhand, Uttar Pradesh, Himachal Pradesh, Haryana Musim hingga Ibu Kota New Delhi. Musim hujan kali ini datang dua pekan lebih awal dari jadwal normal dan tiga kali lebih lebat dari intensitas hujan biasanya. Hujan lebat telah menyebabkan banjir bandang dan menghanyutkan ribuan rumah.
Perdana Menteri India, Manmohan Singh dan Ketua Kongres India, Sonia Gandhi, sebelumnya telah memantau wilayah yang hancur lewat udara. Keduanya berjanji memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada pemerintah daerah.
Banyak warga terjebak di wilayah terpencil, mereka kehabisan persediaan air dan makanan, sebab banjir bandang telah merusak jembatan dan menimbulkan longsor.
Pejabat India mengatakan, kehancuran yang terjadi di negara bagian ini belum pernah terjadi selama 1.000 tahun terakhir. Diperkirakan butuh waktu 5 tahun untuk memulihkan wilayah yang hancur akibat bencana banjir dan tanah longsor kali ini.
"Hingga hari ini, pemerintah telah berhasil mengungsikan lebih dari 34 ribu warga. Namun, sebanyak 49 hingga 50 ribu warga masih terjebak di Uttarakhand. Sampai saat ini, pemerintah masih menggelar upaya penyelamatan para korban banjir di Uttarakhand," ungkap Shinde kepada sejumlah wartawan di Ibu Kota negara bagian Uttarakhand, Dehradun.
Shinde, yang baru saja melakukan pertemuan darurat dengan sejumlah petugas penanganan bencana mengatakan, jumlah korban tewas mungkin saja dapat terus bertambah.
Hujan lebat mengguyur negara bagian Uttarakhand, Uttar Pradesh, Himachal Pradesh, Haryana Musim hingga Ibu Kota New Delhi. Musim hujan kali ini datang dua pekan lebih awal dari jadwal normal dan tiga kali lebih lebat dari intensitas hujan biasanya. Hujan lebat telah menyebabkan banjir bandang dan menghanyutkan ribuan rumah.
Perdana Menteri India, Manmohan Singh dan Ketua Kongres India, Sonia Gandhi, sebelumnya telah memantau wilayah yang hancur lewat udara. Keduanya berjanji memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada pemerintah daerah.
Banyak warga terjebak di wilayah terpencil, mereka kehabisan persediaan air dan makanan, sebab banjir bandang telah merusak jembatan dan menimbulkan longsor.
Pejabat India mengatakan, kehancuran yang terjadi di negara bagian ini belum pernah terjadi selama 1.000 tahun terakhir. Diperkirakan butuh waktu 5 tahun untuk memulihkan wilayah yang hancur akibat bencana banjir dan tanah longsor kali ini.
(esn)