Redam amarah warga Brazil, kenaikan tarif transportasi dibatalkan
Kamis, 20 Juni 2013 - 10:47 WIB
Redam amarah warga Brazil, kenaikan tarif transportasi dibatalkan
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang dari Sao Paulo dan Rio de Janeiro, dua kota besar di Brazil, pada Rabu (19/6/2013) mengumumkan untuk membatalkan kenaikan tarif transportasi. Keputusan itu untuk meredam amarah warga yang berujung pada demonstrasi di berbagai kota di Brazil.
Dikutip Xinhua, Kamis (20/6/2013) Gubernur Sao Paulo, Geraldo Alckmin dan Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes, mengatakan pada konferensi pers bersama, bahwa kenaikan tarif 10 sen untuk bus dan kereta bawah tanah dibatalkan.
”Tarif untuk bus dan kereta bawah tanah kembali ke USD 1,37 dolar (setara Rp 13.150). Sebelumnya dinaikkan USD 1,47 (Rp 14.100),” tulis Xinhua, mengutip pengumuman dua pejabat itu.
Kenaikan tarif angkutan umum 10 persen itu telah memicu gelombang protes di seluruh Brazil. Hal itu menjadi ancaman tersendiri bagi penyelenggaraan Piala Konfederasi yang sedang berlangsung di negara itu.
Gelombang demonstrasi selama beberapa hari ini, merupakan yang terbesar dalam 20 tahun tahun terakhir di Brazil.
Gelombang demonstrasi itupecah pada 10 Juni lalu. Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, tapi ada laporan sejumlah demonstran cedera, ditangkap, bahkan ada yang sampai ditahan.
Presiden Brazil, Dilma Rousseff, justru bangga melihat banyak warganya berjuang menyuarakan kepada pemerintah untuk berusaha mengubah nasib negara menjadi lebih baik.
Dikutip Xinhua, Kamis (20/6/2013) Gubernur Sao Paulo, Geraldo Alckmin dan Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes, mengatakan pada konferensi pers bersama, bahwa kenaikan tarif 10 sen untuk bus dan kereta bawah tanah dibatalkan.
”Tarif untuk bus dan kereta bawah tanah kembali ke USD 1,37 dolar (setara Rp 13.150). Sebelumnya dinaikkan USD 1,47 (Rp 14.100),” tulis Xinhua, mengutip pengumuman dua pejabat itu.
Kenaikan tarif angkutan umum 10 persen itu telah memicu gelombang protes di seluruh Brazil. Hal itu menjadi ancaman tersendiri bagi penyelenggaraan Piala Konfederasi yang sedang berlangsung di negara itu.
Gelombang demonstrasi selama beberapa hari ini, merupakan yang terbesar dalam 20 tahun tahun terakhir di Brazil.
Gelombang demonstrasi itupecah pada 10 Juni lalu. Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, tapi ada laporan sejumlah demonstran cedera, ditangkap, bahkan ada yang sampai ditahan.
Presiden Brazil, Dilma Rousseff, justru bangga melihat banyak warganya berjuang menyuarakan kepada pemerintah untuk berusaha mengubah nasib negara menjadi lebih baik.
(esn)