Korut kritik keputusan Korsel batalkan perundingan

Kamis, 13 Juni 2013 - 13:50 WIB
Korut kritik keputusan...
Korut kritik keputusan Korsel batalkan perundingan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengkritik keputusan pemerintah Korea Selatan (Korsel) yang membatalkan pembicaraan antara pejabat tingkat tinggi yang semula dijadwalkan akan diselenggarakan pada Rabu dan Kamis, 12-13 Juni ini Seoul.

Korut mengartikan, bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada pembicaraan antara dua Korea.

"Selatan dari awal berkeras hati untuk melakukan perundingan, tapi jelang perundingan diselanggarakan mereka menurunkan level delegasi yang akan berunding. Ini adalah sebuah tindakan yang tidak sopan dan tidak terpuji dan belum pernah terjadi dalam sejarah dialog utara-selatan," ungkap Juru Bicara (Jubir) Komite Reunifikasi Korea (CPRK) dalam sebuah pertanyataan.

"Tindakan ini sepenuhnya menunjukan bahwa selatan dari awal memang tidak berniat melakukan dialog. Mereka hanya menciptakan hambatan untuk menunda dan membatalkan setelah mereka ambil bagian dalam perundingan. Semakin jauh dari upaya penyelesaian masalah lewat negaosasi," imbuh Jubir itu. "Dan kita tidak perlu mengharapkan apa-apa dari pembicaraan kedua belah pihak," imbuhnya.

"Masalah yang berkembang saat ini bukan masalah yang sederhana terkait dua level delegasi, tapi manifestasi niat jahat untuk membuat pembicaraan gagal karena merasa sulit untuk mewujudkan skenario untuk menyalahgunakan pembicaraan untuk tujuan konfrontasi," terang Jubir itu seperti dilansir KCNA.

Pernyataan ini merupakan tanggapan pertama yang dibuat Korut menyikapi keputusan Korsel. Menurut Kementerian Unifikasi Korsel, pembatalan ini disebabkan adanya ketidaksepakatan di tingkat kepala delegasi. Semula, Korsel mengumumkan bahwa delegasi mereka akan dipimpin oleh Wakil Menteri Unifikasi, Kim Nam-shik. Tapi, Korut mengecam usulan itu, karena dianggap tak ubahnya mengirim delegasi tingkat rendah.

Sementara Korut semula akan mengirim Kang Ji-young, yang menjabat sebagai Direktur Komite untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK), sebagai kepala negosiator.

Pembatalan ini telah menurunkan harapan akan terciptanya hubungan saling percaya antara dua Korea. Padahal sebelumnya, dunia dibuat terkejut dengan usulan tiba-tiba Korut untuk melakukan dialog. Usai usulan Korut itu disetujui Korsel, sejumlah pejabat dua Korea telah melakukan pertemuan pendahuluan.
(esn)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
17 menit yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
52 menit yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
1 jam yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
1 jam yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
2 jam yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
2 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved