Konferensi perdamaian Suriah bisa gagal jika pemberontak dipersenjatai
Rabu, 12 Juni 2013 - 13:57 WIB
Konferensi perdamaian Suriah bisa gagal jika pemberontak dipersenjatai
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, upaya negara-negara Barat untuk mempersenjatai oposisi Suriah akan menghalangi terselenggaranya konferensi perdamaian Internasional untuk Suriah.
"Pihak oposisi Suriah menyatakan, bahwa konferensi akan terjadi jika keseimbangan militer di lapangan terwujud. Jika kita memperhitungkan kriteria itu, maka, konferensi internasional untuk Suriah tidak akan terjadi," ungkap Lavrov.
"Berkomplot dengan oposisi dan mendukung mereka dengan memberikan bantuan senjata untuk membantu mereka merebut beberapa wilayah, menurut saya itu adalah tindakan langsung menentang terselenggaranya konferensi ini," ungkap Lavrov.
Menurutnya, sejumlah negara tentangga Suriah, seperti Iran dan Mesir akan diundang secara resmi untuk menghadiri konferensi ini. "Kami meyakni bahwa tanpa perwakilan negera Arab, seperti Mesir dan Iran, maka akan membuat konferensi itu menjadi cacat.
"Sayangnya, mitra kami menentang perwakilan penuh dari seluruh negara di kawasan itu untuk mengikuti konferensi internasional. Keberatan khusus terjadi untuk mengundang Iran hadir dalam konferensi itu," ungkap Lavrov.
Pada awal Mei ini, AS dan Rusia kembali menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan krisis Suriah lewat jalur perundingan. Akhir Mei ini, kedua belah pihak berencana menggelar sebuah konferensi internasional untuk mendorong terbentuknya solusi politik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Tapi, rencana ini belum pasti terealisasi, sebab kelompok oposisi belum satu suara. Pihak oposisi mencurigai kesungguhan niat presiden Assad. Sementara itu sejumlah tokoh oposisi senior menolak menghadiri konferensi tersebut, kecuali perundingan tersebut mengagendakan kejatuhan Assad.
"Pihak oposisi Suriah menyatakan, bahwa konferensi akan terjadi jika keseimbangan militer di lapangan terwujud. Jika kita memperhitungkan kriteria itu, maka, konferensi internasional untuk Suriah tidak akan terjadi," ungkap Lavrov.
"Berkomplot dengan oposisi dan mendukung mereka dengan memberikan bantuan senjata untuk membantu mereka merebut beberapa wilayah, menurut saya itu adalah tindakan langsung menentang terselenggaranya konferensi ini," ungkap Lavrov.
Menurutnya, sejumlah negara tentangga Suriah, seperti Iran dan Mesir akan diundang secara resmi untuk menghadiri konferensi ini. "Kami meyakni bahwa tanpa perwakilan negera Arab, seperti Mesir dan Iran, maka akan membuat konferensi itu menjadi cacat.
"Sayangnya, mitra kami menentang perwakilan penuh dari seluruh negara di kawasan itu untuk mengikuti konferensi internasional. Keberatan khusus terjadi untuk mengundang Iran hadir dalam konferensi itu," ungkap Lavrov.
Pada awal Mei ini, AS dan Rusia kembali menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan krisis Suriah lewat jalur perundingan. Akhir Mei ini, kedua belah pihak berencana menggelar sebuah konferensi internasional untuk mendorong terbentuknya solusi politik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.
Tapi, rencana ini belum pasti terealisasi, sebab kelompok oposisi belum satu suara. Pihak oposisi mencurigai kesungguhan niat presiden Assad. Sementara itu sejumlah tokoh oposisi senior menolak menghadiri konferensi tersebut, kecuali perundingan tersebut mengagendakan kejatuhan Assad.
(esn)